Sebulan jelang pendaftaran cagub, belum jelas benar kandidat yang bakal bertarung di Pilgub Sumsel. Para kandidat seperti saling lirik namun belum berani mengambil keputusan.
Lembaga survei KedaiKOPI yang melakukan FGD terkait Pilgub Sumsel menemukan fakta menarik. Ternyata yang bikin tarik ulur pasangan calon lama karena tak ada kandidat yang dominan.
"Lembaga Survei KedaiKOPI melakukan FGD tentang Pilgub Sumsel, ternyata tidak ada dari peserta Pilgub saat ini yang dominan. Pertarungan bakal seru," kata founder KedaiKOPI, Hendri Satrio, kepada wartawan, Selasa (28/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menarik, di saat nama-nama 'populer' itu bergerilya, ternyata kandidat lain munyeruak ke panggung pertarungan. Berdasarkan FGD KedaiKOPI, ada beberapa nama yang muncul sebagai kuda hitam, salah satunya Wali Kota Pangkalpinang Muhammad Irwansyah.
"Publik Sumsel memang menempatkan Ishak Mekki, Herman Deru dan Dodi Alex sebagai calon kuat Gubernur, tapi tetap saja publik masih menyebut nama lain seperti Muhammad Irwansyah, Aswari Rivai, Syahrial Oesman. Hal yang sama dengan kandidat Wagub, nama-nama di atas masih juga berseliweran," ungkap Hendri.
Situasi jelang Pilgub Sumsel sendiri masih penuh teka-teki. Lantas kapan akan putus pasangan calon yang akan bertarung di Pilgub Sumsel?
"Alasan peserta FGD tentang mengapa mereka belum mengkerucutkan nama, hampir semua peserta menyatakan mereka masih menunggu penetapan resmi peserta pilgub dari KPUD," ujar Hendri menganalisis soal alasan kenapa pasangan calon belum akan muncul dalam waktu dekat. (tor/van)











































