Sejauh apa kesiapan Bandara Banyuwangi?
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan, sebagai pucuk pimpinan di 'Kabupaten Blambangan', ia menyatakan Bandara Banyuwangi secara prinsip siap dijadikan bandara penyangga Ngurah Rai. Apalagi saat ini fasilitas penunjang untuk terbang malam telah dimiliki green bandara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apron Blimbingsari saat ini berkapasitas dua pesawat jenis 737-500. Pesawat jenis ini telah melayani Jakarta-Banyuwangi dengan 2 kali penerbangan.
"Tinggal ditambah volume penerbangannya saja jika diperlukan," imbuh Anas, yang juga menjadi cawagub Jatim.
Menurut Anas, apron Bandara Banyuwangi nantinya akan diperluas sehingga bisa menampung sembilan pesawat jenis 737-800 dan 900. Landasan Bandara Banyuwangi juga akan dipertebal dari yang saat ini 36 PCN menjadi 45 PCN.
"Sebenarnya untuk saat ini cukup, karena sudah 2.250. Tapi untuk fullroad tinggal perpanjangan 400 meter, supaya bisa didarati pesawat jenis Boeing 737-800 dan 900 NG," papar Anas.
Banyuwangi, kata Anas, telah berkoordinasi dengan banyak pihak. Termasuk jika ada eksodus dari Bali ke Banyuwangi.
"BNPB juga telah siap, bandara siap, dan segala hal yang diperlukan jika terjadi pengungsi ke Banyuwangi juga telah siap. Kecamatan terdekat dengan areal penyeberangan Bali juga sudah disiagakan," sambung Anas. (asp/asp)











































