DetikNews
Senin 27 November 2017, 21:35 WIB

Teror Bom Mesir, DPR-Kemlu Koordinasi Pastikan Keselamatan WNI

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Teror Bom Mesir, DPR-Kemlu Koordinasi Pastikan Keselamatan WNI Ilustrasi (Kiagoos Auliansyah/detikcom)
Jakarta - Teror bom di Sinai, Mesir, menewaskan 305 orang. DPR akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memastikan keselamatan WNI yang berada di Kairo.

"Saya mengutuk aksi seperti ini. Atas kejadian ini, saya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, juga Kedutaan KBRI di Mesir dan Kairo. Kita minta agar mereka memastikan apakah ada warga negara Indonesia yang menjadi korban," kata Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Meski begitu, Kharis menuturkan tidak khawatir terhadap peristiwa tersebut. Pasalnya, teror bom semacam itu sudah menjadi peristiwa yang bersifat domestik di Mesir.

"Saya tidak terlalu khawatir karena di Mesir sekian kali terjadi pertumpahan darah yang mungkin cukup ekstrem bagi kita lihat. Saya sih melihat ini adalah kejadian yang sifatnya domestik di Mesir. Insyaallah tidak terjadi di Indonesia," ujarnya.

Kharis kemudian mengimbau para WNI, terutama pelajar, yang berada di Mesir agar menghindari tempat-tempat yang rawan terjadi teror. Ia juga meminta aparat penegak hukum di Mesir segera mengusut kasus teror bom tersebut.

"Saya mengimbau kepada warga negara yang ada di Mesir untuk menghindari tempat-tempat yang mungkin ada intensi atau ada yang sering agak menghangat di tempat tertentu, tolong hindari. Tugas mahasiswa adalah belajar, selesaikan tugas kalian, dan jangan terlibat dengan aktivitas politik apa pun karena kita warga negara Indonesia," tutur Kharis.

"Yang terakhir, kami mengimbau kepada aparat Mesir untuk secepatnya menangkap dan mengadili dengan seadil-adilnya terhadap apa yang mereka lakukan, siapa pun pelakunya," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, insiden ini terjadi di Masjid Al-Rawdah di Bir al-Abed, yang berada di Kota El-Arish, kota terbesar di Provinsi Sinai Utara. Pelaku meledakkan bom dan melepaskan tembakan ke arah jemaah yang baru saja menunaikan ibadah salat Jumat. Bahkan pelaku juga menembaki ambulans yang berada di lokasi.

Dilansir AFP, Sabtu (25/11), korban pengeboman itu bertambah menjadi 305 orang. Sebagian di antara korban tewas adalah anak-anak.

Jaksa lokal menyatakan, selain 305 orang tewas, 128 lainnya mengalami cedera. Serangan ini terjadi 40 kilometer di sebelah utara ibu kota Sinai Utara, El-Arish. Reuters melansir, sebanyak 27 orang korban merupakan anak-anak.
(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed