Korban Kekerasan di Poso Mengadu ke Gus Dur
Sabtu, 04 Jun 2005 00:00 WIB
Jakarta - Dengan campur tangan Gus Dur, konflik di Poso, Sulawesi tengah dapat segera selesai. Hal itu dipercaya oleh 13 orang korban kekerasan dan bom di daerah tersebut. Kepercayaan mereka ini dibuktikan dengan kedatangan mereka di Kantor Pusat PBNU untuk menemui Gus Dur."Kami berharap Gus Dur sebagai tokoh agama dan telah kami anggap sebagai orang tua kami, berbuat sesuatu agar konflik tidak berkepanjangan," minta salah satu korban, Masrin Toana kepada Gus Dur di Kantor PBNU, Jl. Kramat raya, Jakpus, Jumat (3/6/2005).Gus Dur yang baru datang dari Malaysia, diminta oleh mereka untuk datang ke Poso untuk menyelesaikan konflik. Namun, Gus Dur menolak dengan alasan hanya akan membuat masyarakat semakin terintimidasi."Kalau saya datang ke sana, mereka pasti akan diambil (diteror). Kasian kan? Kalau saya tidak akan diapa-apain. Kalau ada apa-apa dengan saya, yang akan bicara George W. Bush, Tony Blair dan tokoh-tokoh lain. Kalau mereka yang dihabisi, siapa yang kenal mereka," kata Gus Dur.Konflik di Poso, lanjut Gus Dur, harus disikapi dengan sabar. Ia meminta masyarakat di Poso tidak terpancing ulah provokator tersebut. Kalau masyarakat terpancing, maka akan lebih banyak korban yang berjatuhan, sehingga kondisi akan semakin memburuk."Jangan gampang dipancing. Saya harap anda semua memahami hal ini. Selama anda mau diadu, ya terjadi lagi. Tapi kalau anda nggak mau, selesai urusannya," nasihat Gus Dur.Selain bertemu dengan Gus Dur, rombongan ini juga merencanakan bertemu dengan Mendagri M Ma'ruf, Menko Polhukam Widodo AS, dan sejumlah anggota DPR.
(atq/)











































