DetikNews
Senin 27 November 2017, 18:41 WIB

Kini Cari Data Pemprov Jateng Cukup Satu Klik

Mega Putra Ratya - detikNews
Kini Cari Data Pemprov Jateng Cukup Satu Klik Foto: Dok Pemprov Jateng
Semarang - Pencarian data yang berhubungan dengan Jawa Tengah kini semakin mudah dilakukan. Cukup buka website data.jatengprov.go.id dan ketik kata kunci yang diinginkan, semua data dapat diunduh gratis dengan mudah.

"Dengan open data ini, saya ingin memastikan kawan-kawan peneliti, mahasiswa dan siapapun yang ingin mencari data pemprov tidak lagi kesulitan. Cukup satu klik bisa unduh gratis," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Senin (27/11/2017).

Open Data yang terangkum dalam single data system (SDS) telah diperkenalkan kepada publik sejak akhir pekan lalu. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melaunching program ini bersamaan dengan Komisi Informasi Provinsi (KIP) Award di Wisma Perdamaian, Jumat (24/11).

Memang, meski keterbukaan informasi sudah dipraktekkan Pemprov Jateng sejak era Gubernur Ganjar Pranowo, namun pencarian data masih merepotkan. Hal ini karena setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan publik memiliki website sendiri.

Maka Ganjar meminta seluruh data disatukan dalam satu sistem. "Jadi, tidak ada lagi kalimat nyari data di Pemprov Jateng itu sulit dan nyebelin. Sekarang semuanya mudah dan terbuka, namun tidak telanjang," tukasnya.

Open data ini menurut Ganjar secara lengkap juga berfungsi sebagai bank data daerah yang menyimpan semua data dan informasi pembangunan untuk berbagai kebutuhan. Baik analisis statistik, pusat informasi pembangunan serta bahan bagi pemerintah daerah untuk perencanaan, evaluasi, pelaporan, serta pengambilan keputusan secara bijaksana dan profesional.

Pengguna dapat langsung memasukkan kata kunci berupa nama data, kategori, atau nama instansi. Tersedia berbagai data dari kesehatan, lingkungan hidup, pariwisata, demografi, energi, makanan, transportasi, keuangan, infrastruktur, tata kelola pemerintahan, industri, dan pendidikan.

Jika tidak ada data dimaksud, pengguna juga bisa meminta data dimaksud. Permintaan tersebut akan ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

"Jika masih ada beberapa data yang belum ada itulah proses. Kita berproses satu-satu untuk melengkapi semuanya. Harapannya, SDS ini wujud kongkret dari apa yang disebut dengan transparansi," ucapnya.

Saat ini, lanjut Ganjar, bukan zamannya lagi pemerintah menyembunyikan data atau informasi kepada masyarakat. Menurut Ganjar, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan harus terus didukung, salah satunya memberikan keterbukaan data.

"Jangan ditutup-tutupi, ini bagian dari proses mengedukasi masyarakat. Jangan takut diserang atau sebagainya," kata Ganjar.

Valid dan Update

Proses transparansi yang saat ini digalakkan Pemprov Jateng lanjut Ganjar tidak hanya sekedar menyajikan data di website. Namun, data yang disajikan itu harus benar-benar valid dan update.

"Kalau sudah mau terbuka, maka jajaran SKPD harus benar-benar menjamin data itu valid dan update. Itu bukan perkara gampang, harus ada kemauan dari seluruh jajaran," ujarnya.

Ganjar mencontohkan, terkait data kemiskinan di Jawa Tengah selama ia memimpin. Banyak sekali pernyataan miring dan menuduh bahwa ia gagal menurunkan angka kemiskinan di Jateng. Ada juga yang menjadikan itu sebagai serangan politik untuk menjatuhkannya.

"Itu karena data dan informasi yang didapat masyarakat tidak valid. Padahal terbukti, data terbaru dari September 2016 hingga Maret 2017 kemiskinan Jateng menurun lebih dari 43.000 jiwa dan itu penurunan terbanyak se-Indonesia," tegasnya.

Hal itulah lanjut dia yang mendorong pihaknya mengedepankan keterbukaan informasi kepada publik. Jika keran data dan informasi dibuka selebar-lebarnya, masyarakat dapat mengakses, maka semua akan teredukasi.

"Imbasnya, akan tumbuh cara berfikir yang sama, omongannya sama dan penilaian masyarakat terkait pemerintahan ini juga akan sama," pungkas alumnus Universitas Gadjah Mada ini.


(ega/nwy)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed