SBY Instruksikan Intelijen & Kapolri Ungkap Jaringan Teroris
Jumat, 03 Jun 2005 22:47 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat geram dengan munculnya aksi pemboman di Tentena, Poso. Sesampainya di tanah air, presiden langsung instruksikan jajaran kepolisian dan intelijen agar secara serius mengungkap jaringan teroris tersebut."Presiden instruksikan kita untuk meningkatkan kesiagaan mengungkap teroris di Ambon, Tentena dan tempat lain. Sehingga ditemukan jaringan teroris tersebut," demikian instruksi Presiden SBY sebagaimana diungkapkan Kapolri Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar usai memaparkan perkembangan keamanan di tanah air kepada presiden di ruang VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (3/6/2005) malam.Kapolri menyebutkan, Presiden SBY juga memberikan instruksi khusus kepada jajaran intelijen agar terus memantau kelompok pemboman. Di samping itu, presiden mengajak peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungannya.Seperti diketahui, Presiden SBY tiba di tanah air dari lawatannya ke luar negeri tepat pukul 21.15 WIB malam ini. Selama tiga puluh menit, presiden melakukan pertemuan tertutup untuk mendengarkan paparan Kapolri tentang penanganan kasus bom Tentena, Poso.Pada pertemuan tertutup tersebut, sejumlah pejabat tinggi negara tampak serius. Para pejabat yang turut melakukan pertemuan itu di antaranya, Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam Widodo AS, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menko Kesra Alwi Shihab dan sejumlah pejabat lain.
(san/)











































