DPP PAN: Ada Indikasi Politisasi Kredit Macet Soetrisno
Jumat, 03 Jun 2005 21:35 WIB
Jakarta - Kredit macet yang dimiliki Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir mencuat ke publik. Kemunculan kasus ini dinilai sebagai bentuk politisasi terhadap PAN dan sekaligus pencemaran nama baik partai itu di mata publik. "Ada pihak lain dengan sengaja ingin memanfaatkan masalah ini untuk mendiskreditkan, mempolitisasi, bahkan kencederungannya pencemaran nama baik PAN di mata publik," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Zulkifli Hasan saat jumpa pers di Hotel Bumikarsa, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Jumat (3/6/2005).Jumpa pers yang diadakan setelah rapat harian DPP PAN ini, bertujuan untuk memperlihatkan sikap PAN dalam menyikapi pemberitaan masalah kredit di Ditjen Piutang dan Lelang Negara (PLN). Tokoh PAN yang hadir dalam jumpa pers tersebut antara lain A. Hakam Naja, Ahmad Farhan Hamid, Totok Daryanto, Sayuti Asyathri dan Asman Abnor. "PAN sebagai partai modern yang anti-KKN, komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas publik. PAN juga mendukung penuh Soetrisno Bachir dalam usaha menyelesaikan masalah tersebut kepada para pihak yang berkepentingan tanpa melibatkan pengaruh dan intervensi partai. Sikap itu merupakan bagian dari integritas moral pada pribadi yang bersangkutan," ujarnya.Sebagai pribadi yang beriman, lanjutnya, Soetrisno Bachir mengambil alih masalah bisnis masa lalu dari kakaknya yang telah wafat. PAN memberikan dorongan untuk menyelesaikan masalah ini secara arif, profesional dan bertanggung jawab."DPP PAN juga mengajak seluruh kader dan keluarga besar PAN agar tidak terpancing dan terus berkarya serta berjuang di masyarakat. Mengingat masih banyak persoalan besar yang melilit bangsa ini dan menuntut kerja nyata kita," tandasnya.Rapat harian DPP PAN secara umum dimaksudkan untuk sinkronisasi program kerja PAN. "Masalah Soetrisno hanya salah satu subjek yang dibicarakan," imbuh Zulkifli Hasan.
(san/)











































