Kelompok Yogyakarta Diduga Kuat Terlibat Bom Tentena

Kelompok Yogyakarta Diduga Kuat Terlibat Bom Tentena

- detikNews
Jumat, 03 Jun 2005 20:18 WIB
Poso - Kelompok Yogyakarta, yang beberapa waktu lalu juga melakukan pemboman di Masjid Kauman, disebut-sebut terlibat pula dalam aksi teror di Poso. Dalam pemeriksaan polisi, tersangka bom Yogyakarta Syaiful mengaku, telah merakit 50 bom yang diberikannya kepada Ahmad Yani yang menjadi salah seorang tersangka dalam bom Tentena.Berdasarkan informasi intelijen yang diperoleh detikcom, pihak yang terlibat dalam pemboman Tentena ini ada beberapa kelompok yakni, kelompok Pendolo, kelompok Mamasa, kelompok Solo dan kelompok Yogyakarta. Rata-rata dari mereka adalah alumni Moro, Philipina Selatan.Di duga serangkaian teror bom ini akan berakhir di Jakarta. Disebutkan jalur kelompok teroris ini seteleh dari Moro mereka kemudian menyeberang ke Sulawesi kemudian menuju pulau Miangas. Dari pulau ini kelompok Moro bergerak ke Marowe, selanjutnya menju Sangir, Bitung, Manado dan berpisah di Parigi. Dari Parigi, sebagian anggota eks Moro ini ada yang bergerak ke Poso dan sebagian bergerak ke Palu.Dari sejumlah tersangka yang sudah di tahan, polisi menemukan beberapa pucuk senjata rakitan, bom rakitan, black powder, pupuk matahari, belasan butir peluru dan beberapa buku tentang jihad.Berkaitan dengan tersangka bernama Aks, dijelaskan bahwa pada tanggal 30 Mei 2005, polisi mencari yang bersangkutan ke rumah tahanan (rutan) Poso. Namun ternyata yang bersangkutan tidak ada di sana. Padahal Aks adalah tahanan kasus korupsi bantuan pengungsi di Poso.Akibat yang bersangkutan tidak ada di rutan, polisi kemudian melakukan pengejaran. Dari keterangan saksi di ketahui, Aks pada Jumat (27/5/2005) sore berada di Tentena. Dipastikan yang bersangkutan mengendarai sebuah mobil, dan setelah diperiksa ternyata di dalam mobil ditemukan DNP Florat yang identik dengan bahan-bahan bom yang diledakan di pasar Tentena.Polisi juga memeriksa Hasman, kepala rutan Poso, yang diduga memberikan izin kepada Aks untuk ke luar sampai tiga kali. Terakhir kali, Aks keluar bersama dengan kepala rutan, hingga akhirnya di tangkap oleh polisi. (san/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads