"Tim SAR gabungan harus bisa mengosongkan Kawasan Rawan Bencana (KRB), diutamakan yang berada di KRB 3," kata Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana, kepada detikcom, Senin (27/11/2017).
Tambahan kekuatan dengan perbantuan tim rescue dari kantor SAR Mataram sebanyak 21 orang dan alat utama 3 unit truk angkut personel, 2 unit rescue truk, dan 2 unit motor trail. Tim SAR yang berada di Posko Utama Tanah Ampo, Pos Aju Selat, Pos Aju Rendang, Pos Aju Jasri, dan Pos Aju Les juga menambah kekuatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KRB 3 adalah radius dalam zona merah, yakni wilayah yang berada di radius 6 km dari kawah Gunung Agung. Evakuasi dilakukan dengan memprioritaskan lansia dan anak-anak.
"Banyak lansia dan balita yang harus dijadikan prioritas utama untuk dievakuasi," ucap Ardana.
Pihak PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung tidak berada di Zona Perkiraan Bahaya, yaitu di area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di radius 8 km dari kawah Gunung Agung.
Sebagian masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri sejak Sabtu (25/11) dan percepatan evakuasi oleh Basarnas bersama potensi SAR lainnya. Mereka terus bergerak di lapangan melakukan evakuasi, dari pagi hingga dini hari.
Masyarakat juga diberi masker untuk menghindari bahaya abu vulkanik, yang jika terhirup dapat mengganggu kesehatan.
"Selain membantu evakuasi, kami juga memperhatikan risiko terdampak karena abu vulkanik, maka juga dibagikan masker pelindung pernapasan kepada warga," ungkap Ardana.
Sampai saat ini, Basarnas telah mengerahkan 8 unit truk angkut personel, 3 unit rescue car, dan 8 unit motor trail. Dari keseluruhan pengerahan tersebut, belum terhitung kendaraan operasional yang dimiliki SAR lainnya, di antaranya dari TNI/ Polri, BPBD, Damkar Karangasen, PMI, serta relawan lain. (vid/asp)











































