Muchdi PR Tak Penuhi Panggilan TPF Munir

Muchdi PR Tak Penuhi Panggilan TPF Munir

- detikNews
Jumat, 03 Jun 2005 17:19 WIB
Jakarta - Upaya Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir memperoleh akses informasi dari BIN gagal lagi. Mantan Deputi V BIN Mayjen (Purn) Muchdi PR yang ditunggu kehadiran sejak pukul 14.00 WIB, hingga pukul 17.00 WIB tidak juga menampakkan batang hidungnya.Muchdi tidak datang ke Kantor Komnas Perempuan tanpa mengkonfirmasikan alasannya. Hal ini disampaikan Sekretaris TPF Usman Hamid dan anggota TPF Hendardi di Kantor Komnas Perempuan, Jl. Latuharhari, Jakarta, Jumat (3/6/2005)."Hari ini sebenarnya TPF menjadwalkan meminta keterangan Muchdi PR. Jadwalnya pukul 14.00 WIB. Surat sudah dilayangkan satu minggu yang lalu. Saya juga sudah beberapa kali konfirmasi, tapi tidak datang juga pada waktunya. Sampai hari ini tidak ada konfirmasi pembatalan dari dia," ungkap Usman. TPF, lanjut Usman, sudah berusaha menghubungi Muchdi lewat telepon dan sejumlah short message service (SMS). Namun, mantan Danjen Kopassus itu tidak hadir juga. "Atas ketidakhadirannya kita akan jadwalkan ulang," kata Usman.Kahadiran Muchdi, lanjut dia, sebetulnya sangat dinanti-nantikan karena dia diharapkan bisa memberikan informasi seputar kasus Munir, sehingga informasi ini bisa dikomunikasikan dengan Tim Penyidik Mabes Polri.Rencananya Muchdi akan dimintai keterangan seputar hasil penelusuran telepon tersangka pembunuh Munir, Pollycarpus. Dalam penelusuran itu, ditemukan kontak antara Pollycarpus dengan Muchdi sebanyak 35 kali. Percakapan keduanya dilakukan baik sebelum maupun sesudah Munir tewas pada 7 September 2004 lalu.Saat dikonfirmasi, apakah tidak munculnya Muchdi ada kaitannya dengan gugatan yang dilayangkan mantan Kepala BIN Hendropriyono terhadap dua anggota TPF, Usman Hamid dan Rachland Nashidik, mengingat hal yang sama juga dilakukan mantan Sekretaris Utama BIN Nurhadi Jazuli dan Sekretaris Utama BIN Soeprapto, Usman membantahnya."Itu beda. Pak Nurhadi semula kita kira sudah jadi dubes tapi ternyata masih di BIN. Jadi kita minta lewat BIN. Tapi untuk Muchdi PR kita minta langsung ke dia, jadi tidak lewat BIN," ungkap Usman. Namun mengingat kejadian hari ini, lanjut Usman, TPF berpikir untuk meminta bantuan BIN. "Jadi tidak ada hubungan yang kuat antara sikap Hendro yang menggugat dua anggota TPF dengan pembatalan kehadiran tiga orang itu," katanya.Usman juga mengungkapkan, dalam waktu dekat TPF akan bertemu Presiden SBY untuk menyampaikan perkembangan kasus Munir, termasuk hambatan serius yang menghadang. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads