Paslon Gus Ipul-Anas diusung PKB dan PDIP. PKB memiliki 20 kursi dan PDI Perjuangan memiliki 19 kursi. Total kursi di DPRD sebanyak 39.
Sedangkan partai yang sudah menyatakan mengusung paslon Khofifah-Emil yakni, Demokrat (13 kursi), Golkar (11 kursi). Khofifah dan Emil juga akan mendapatkan dukungan dari Hanura (2 kursi), PPP (5 kursi) dan NasDem (4 kursi), meski rekomendasi bagi Khofifah dan Emil belum resmi. Jika seluruh parpol itu mengusung Khofifah-Emil, maka akan terkumpul jumlah kursi total 35 kursi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kondisi tersebut, PAN akan menjadi penentu terbentuknya poros baru untuk menandingi Gus Ipul dan Khofifah. Karena jumlah kursi PAN 'cukup strategis' sebagai penentu munculnya paslon baru.
Kalau Gerindra berkoalisi dengan PKS, maka jumlah kursinya tidak cukup persyaratan yakni minimal 20 kursi. Sedangkan Gerindra bisa mengusung cagub-cawagub di luar Gus Ipul dan Khofifah, meski hanya berduet dengan PAN. Jika ketiga partai ini berkoalisi, akan menambah kekuatan menjadi 26 kursi.
Keputusan munculnya calon gubernur baru ada di tangan PAN. Dengan posisi bargaining power PAN yang lebih kuat, membuat 'nilai jual' PAN lebih tinggi. Bagaimanakah sikap PAN. Apakah mau bergabung dengan PDIP-PKB mengusung Gus Ipul-Anas. Atau bergabung dengan Demokrat dan kawan-kawan.
"Kita akan menentukan sikap dalam waktu dekat. Mungkin di awal Desember, kita akan tentukan. Karena kita masih menimbang dengan melakukan survei," kata Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim Agus Maimun saat dihubungi detikcom, Senin (27/11/2017).
PAN menggelar survei pasca munculnya rekomendasi dari Partai Demokrat yang ikut mengusung pasangan Khofifah-Emil. Karena sebelumnya, Emil digadang untuk diusung poros baru (Gerindra, PAN, PKS) sebagai calon Gubernur Jatim.
Dalam survei tersebut, PAN meminta suara dari masyarakat, tentang tanggapan hadirnya dua poros antara Gus Ipul dan Khofifah. Apakah PAN bergabung ke salah satu poros Gus Ipul atau Khofifah. Termasuk, apakah masyarakat menginginkan memunculkan calon gubernur di luar Khofifah dan Gus Ipul.
"Bayangkan, kalau hanya dua poros (Gus Ipul dan Khofifah), itu selisihnya tidak besar. Maka, kehadiran PAN, Gerindra, PKS, itu akan menentukan kemenangan. Karena ketiga partai ini punya basis tradisional dan massa riil," ujarnya.
"Kalau pun membentuk poros baru, ya harus ditata ulang siapa, bagaimana dan seterusnya. Karena kita tidak ingin PAN hanya menjadi ikut-ikutan saja. Kalau PAN bergabung (ke Gus Ipul atau Khofifah), apakah akan ditaruh di teras atau di mana. Nek nang teras, awak kudanan iso loro kabeh. (Kalau diletakkan di teras, badan kehujanan bisa sakit semua)," jelas Agus Maimun yang juga Ketua Karang Taruna Jawa Timur ini.
Ditanya siapakah calon gubernur yang akan diusung oleh poros baru. Bendahara DPW PAN Jatim ini enggan menyebutkannya.
"Ya ada. Nanti dulu lah, ini belum waktunya. Sekitar awal Desember nanti sudah muncul hasilnya. Dan PAN tetap berkomunikasi intens dengan Gerindra, PKS, termasuk partai lain dan kadindat Gus Ipul maupun Khofifah. Termasuk hasil surveinya juga akan kita komunikasikan," tandasnya. (roi/asp)











































