DetikNews
Senin 27 November 2017, 09:55 WIB

Gugatan Zainuddin Hasan Jadi Tanggung Jawab Bupati-Wabup Gorontalo

Farid Utina - detikNews
Gugatan Zainuddin Hasan Jadi Tanggung Jawab Bupati-Wabup Gorontalo Wakil Bupati Gorontalo, Fadli Hasan
Gorontalo - Terkait adanya gugatan Zainudin Hasan terhadap Bupati Gorontalo dan Wakil Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo-Fadli Hasan, Fadli menjelaskan jika gugatan yang dilayangkan tersebut untuk Bupati-Wabup. Zainudin adalah ayah Fadli.

"Jadi Bupati sebagai tergugat 1 dan saya selaku wakil bupati sebagai tergugat 2, artinya bahwa, gugatan tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri, namun secara bersamaan, karena pinjaman dana tersebut menjadi tanggungjawab bersama," kata Fadli Hasan kepada detikcom, Senin (27/11/2017).

Fadli menjelaskan bahwa, pinjaman sejumlah dana tersebut terjadi dalam rangka pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah pada serentak pada tahun 2015 silam.

Ia mengakui bahwa Zainuddin Hasan memang ayah kandungnya, namun persoalan pinjaman dana untuk membiayai Pilkada tersebut, menjadi tanggungjawab bersama, baik pihaknya maupun Bupati Gorontalo saat ini.

"Memang total pengeluaran berapa biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan Pilkada ada rincian, sebahagian sebelum hari H pemungutan suara, dan sebagian lagi setelah pemungutan suara, dalam rangka mobilisasi saksi dalam menghadapi gugatan di Mahkamah Konstitusi," beber Fadli Hasan.

Lebih detail lagi, Fadli mengungkapkan jika sebelum hari H pemungutan suara, dana tersebut diperuntukan seperti baliho, kebutuhan konsumsi dan mobilisasi masa pada setiap titik tempat dilaksanakan sosialisasi, serta kebutuhan lainya seperti soundsystem dan tim yang bertugas.

Ia mengakui jika kebutuhan dana Pilkada sedikit membengkak dari prediksi, karena ada yang terlaporkan secara detail namun ada juga yang tidak sempat terlaporkan.

"Terlebih operasioal selama bersidang di Mahkamah Konstitusi (MK)," tegasnya.

Dalam hal utang-piutang tersebut, pihaknya mengakui ada peminjaman dan terjadi pembengkakan dana, sehingga dalam hal itu, selaku manusia pihaknya bersedia dan berkewajiban mengembalikan dana tersebut.

"Saya berterimakasih telah diingatkan akan persoalan utang-piutang, karena kewajiban kita adalah mengembalikan apa yang bukan hak kita," urainya.

Dalam kesempatan itu, Fadli Hasan mengungkapkan bahwa, kalau kita sudah dibantu orang apalagi dibantu dalam hal keuangan, maka dengan mengembalikan uang dan berterima kasih rasanya tidaklah cukup.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed