Anies: Banyak yang Tidak Cocok di RAPBD 2018, Kita Koreksi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 27 Nov 2017 09:21 WIB
Anies Baswedan saat diwawancara di Balai Kota. Foto: Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersyukur banyak pihak yang ikut mengawasi dan meneliti satu per satu item dalam rancangan APBD (RAPBD) 2018. Ia mengaku menemukan banyak sekali ketidakcocokan dalam rancangan APBD DKI Jakarta (RAPBD DKI) 2018.

"Tahun ini kita bersyukur karena jauh lebih banyak yang perhatikan. Kelihatan tuh banyak sekali, ada alamatnya yang nggak cocok. Ada kegiatan yang nggak cocok. Yang tahun-tahun sebelumnya kita nggak perhatikan, terlewat. Tahun ini diperhatikan, dilihat detail," kata Anies, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2017).

Partisipasi masyarakat tersebut, lanjut Anies, sangat membantu Pemprov DKI untuk segera melakukan koreksi. Berbeda dengan tahun ini, tahun-tahun sebelumnya, kata Anies, tidak banyak masyarakat yang ikut mengawasi dan menyisir satu per satu anggaran dalam RAPBD.

"Dalam perjalanan enam minggu ini, ada ribuan item (yang tidak cocok), dan alhamdulillah ada ribuan pasangan mata yang ternyata ikut memperhatikan, ikut mencari di mana hal-hal yang tidak tepat. Dengan begitu, kita bisa melakukan koreksi. Karena itu saya berterima kasih sekali kepada warga Jakarta, yang sudah terlibat dalam me-review rancangan yang kemarin sudah dibuat," katanya.

Untuk menindaklanjuti temuan-temuan ketidakcocokan itu, Anies memastikan, akan ada koreksi dalam RAPBD 2018. Namun, ia enggan menjelaskan item apa saja yang akan dilakukan koreksi.

"Nanti dong kalau sudah (dikoreksi)," ujarnya.

Anies mengungkapkan, penyusunan RAPBD 2018 membutuhkan proses yang panjang. Masukan yang diberikan warga akan menjadi bahan bagi Pemprov DKI untuk lebih baik lagi ke depannya.

"Tidak sesuatu yang singkat, dan ini menjadi bahan bagi kita untuk melakukan lebih baik di tahun-tahun ke depan," ujarnya.

Untuk diketahui, banyak alokasi anggaran yang dinilai masyarakat tidak masuk akal. Di antaranya, alokasi anggaran pembasmian hama di rumah dinas Anies-Sandi dan Balai Kota sebesar Rp 266 juta, anggaran pengharum ruangan DPRD DKI sebesar Rp 350 juta, dan anggaran rehabilitasi kolam DPRD sebesar Rp 620 juta. (bag/bag)