Jokowi mengatakan Indonesia adalah negara besar yang memiliki 17 ribu pulau, didiami 714 suku, memiliki 1.100 lebih bahasa lokal, serta agama dan adat-istiadat yang berbeda-beda. Namun, banyak orang lupa bahwa Indonesia karena memiliki jejak sejarah peradaban yang besar dan gemilang di masa lalu.
"Sejarah mencatat kebesaran kerajaan-kerajaan di nusantara, yang bukan hanya mewarisi kepada kita karya seni-budaya, karya arsitektur, naskah kuno dan aset-aset budaya lainnya. Tapi juga memberi kepada kita warisan nilai-nilai budaya adiluhung yang selanjutnya ikut membentuk karakter bangsa kita," kata Jokowi saat membuka Festival Keraton Nusantara XI di Istana Maimun, Medan, Sumatera Utara, Minggu (26/11/2017).
Untuk itu, Jokowi mengajak para sultan, raja, pangeran dan pemangku adat keraton-keraton nusantara, untuk terus menjaga, merawat dan melestarikan warisan nilai-nilai budaya adiluhung tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Jokowi, kekayaan budaya keraton nusantara harus dilihat sebagai kekuatan untuk meraih kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat serta kemakmuran bersama. Nilai-nilai budaya keraton yang adiluhung adalah bekal untuk melangkah maju dan penyemangat menghadapi persaingan global yang semakin sengit.
"Untuk itu saya berharap keraton-keraton nusantara bersama dengan seluruh elemen bangsa berperan dalam pembangunan karakter bangsa, nation and character building," ujarnya.
Sehingga dengan berbekal nilai-nilai budaya tersebut, Jokowi ingin Indonesia muncul sebagai bangsa yang berjiwa ksatria, petarung, tangguh, dan tidak pernah gentar menghadapi setiap tantangan.
"Seperti halnya kapal-kapal Pinisi kita di masa lalu yang berani melewati ombak, mengarungi laut, menjelajahi samudera," jelas Jokowi.
Jokowi mengajak para sultan, raja, pangeran dan para pemangku adat untuk melanjutkan peran histori keraton untuk terus berbuat bagi kesejahteraan masyarakat. Dia menilai peran historis itu bisa dilakukan melalui pengembangan sektor pariwisata budaya.
"Banyak negara yang berkembang pariwisatanya justru dengan mengangkat peninggalan kerajaan masa lalu, seperti di istana atau benteng di Jepang. Istana di negara-negara Eropa dan juga Inggris. Yang penting diperkuat dengan narasi, dengan cerita, sehingga wisatawan menjadi tertarik," jelasnya.
"Terakhir, saya titip pesan kepada para sultan, para raja dan para Pemangku Adat Keraton untuk bersama-sama menjaga kebersamaan, tali persaudaraan, semangat persatuan," tambahnya. (rjo/idh)










































