"Orangnya belum ada, kabur," kata Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan saat dimintai konfirmasi, Minggu (26/11/2017).
Pencarian terhadap guru debus itu pun dilakukan. Awalnya, para korban pun tidak membuat laporan polisi atas kejadian yang berlangsung pada Kamis (23/11) kemarin itu.
"Info Kapolsek lagi dicari, karena awalnya korban juga tidak mau buat laporan," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, 14 orang itu mengalami luka di bagian tangan ketika mempraktikkan ajaran debus dengan mencuci tangan menggunakan air keras. Namun dari 14 orang itu, hanya 7 orang dibawa ke rumah sakit, sisanya diobati di rumah masing-masing.
"Para korban membeli dan mencuci tangan dengan air keras. Setelah para korban mencuci tangan yang dikucur air keras, setelah satu jam kemudian tangan terasa panas dan melepuh," ujar Harry. (abw/dhn)











































