PVMBG: Lava Gunung Agung Terjebak di Kawah

PVMBG: Lava Gunung Agung Terjebak di Kawah

Prins David Saut - detikNews
Minggu, 26 Nov 2017 13:33 WIB
PVMBG: Lava Gunung Agung Terjebak di Kawah
Foto: Letusan Gunung Agung pada 26 November 2017 pagi (sutopo/bnpb)
Denpasar - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memantau cahaya yang berpijar dari kawah Gunung Agung. Sumber cahaya itu adalah lava yang terjebak di kawah.

"Kita mengamati sinar api dari CCTV di Bukit Asah, Karangasem, dan sudah kita nyatakan itu lava," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG, Gede Suantika kepada detikcom di Pos Pengamatan Gunung Agung, Rendang, Karangasem, Bali, Minggu (26/11/2017).



Lava diketahui terpantau sejak Sabtu (25/11) pukul 21.00 WITa. Lava belum bisa mengalir ke bawah karena terjebak dinding kawah setinggi lebih dari 300 meter dengan diameter 800 meter.

"Lava masih terjebak memenuhi kawah dulu. Kalau sudah penuh baru dia meleleh keluar," ujar Suantika.

Suantika menjelaskan erupsi Gunung Agung yang masih terjadi hingga siang ini sudah bersifat magmatik tanpa eksplosif. PVMBG kini tengah berupaya mencari tahu sifat lava kental atau cair untuk menentukan tekanan gas.

"Jadi sudah erupsi magmatik, nah tidak eksplosif karena magma punya dua sifat, encer dan kental. Encer itu miskin gas vulkanik dan yang kental kaya gas vulkanik," ucap Suantika.

"Ini peranannya penting untuk mengetahui eksplosif atau tidak, tergantung tekanan gas vulkanik ini. Tekanan gas bisa saja sudah keluar banyak tapi ini tergantung magmanya yang basal," pungkasnya.

Walau sudah lebih dari 18 jam Gunung Agung bererupsi, Suantika menyatakan, tekanan gas di dalam perut Gunung Agung masih banyak. Hal ini teramati melalui pembengkakan tubuh Gunung Agung atau deformasi.

"Deformasi masih terjadi, bukan mengempis. Ini indikasi tekanan yang mau keluar masih ada," ungkap Suantika. (vid/asp)


Berita Terkait