Tampak hadir Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dan para pentolan tokoh penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Matur sembah nuwun saya diundang. Warga Tulungagung keren, cintanya pada budaya luar biasa. Saya tadi masuk ke sini susah karena sesak orang," ujar Anas disambut tepuk tangan ribuan warga yang hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anas mengatakan, pengembangan daerah perlu dilandasi pendekatan kebudayaan yang bisa membuat relasi pemerintah dan masyarakat menjadi semakin harmonis.
"Tapi pendekatan kebudayaan dalam pembangunan perlu diwujudkan dalam kerja konkrit, bukan simbolik," kata Anas seusai acara.
"Jadi bukan cuma nguri-nguri budaya, tapi seharusnya ngurip-nguripi. Kalau nguri-nguri itu mengajak melestarikan budaya, tapi kalau ngurip-nguripi itu menghidupkan, menggerakkan segala upaya," kata Anas.
Anas menambahkan, semua orang tahu Jatim kaya produk budaya. Yang perlu disentuh adalah pengembangannya ke depan harus menyasar generasi muda untuk regenerasi pelaku dan pencinta seni-budaya. Programnya tak bisa lagi monoton. Pemasarannya juga perlu diprogram ulang agar lebih kekinian dan mengena ke pasar.
"Alhamdulillah di Banyuwangi, kami tidak kesulitan mencari anak muda yang mahir memainkan beragam seni tradisi, mulai tari sampai musik. Setiap tahun kami menyeleksi 4000 pelajar yang mendaftar antusias Festival Gandrung Sewu, yang kalau latihan tari diantar seluruh keluarganya," ujarnya.
"Lalu ada Lalare Orchestra, anak-anak yang piawai musik etnik lokal. Mereka juara dari PATA, asosiasi pariwisata Asia Pasifik beranggotakan ribuan pelaku dan organisasi kepariwisataan," imbuh Anas.
Disinggung safarinya kali ini, Anas mengatakan adalah awal untuk beragam program lainnya. Anas sendiri sudah mengunjungi semua daerah di Mataraman dan Jatim sejak diumumkan mendampingi dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) 15 Oktober lalu.
"Akan ada beberapa strategi dan program, sudah kami petakan bersama Gus Ipul. Termasuk di kawasan Mataraman kami petakan ada 700 tokoh masyarakat yang wajib disapa yang bisa mengamplifikasikan Gus Ipul-Mas Anas di kawasan ini. Sudah ada namanya, sampi pengaruhnya di daerah mana. Tapi tak bisa saya jelaskan di sini," pungkas Anas. (asp/asp)










































