13 Kali Nyuri di Kampus, Mahasiswa Aceh Ditangkap di Perpustakaan

13 Kali Nyuri di Kampus, Mahasiswa Aceh Ditangkap di Perpustakaan

Agus Setyadi - detikNews
Minggu, 26 Nov 2017 11:04 WIB
13 Kali Nyuri di Kampus, Mahasiswa Aceh Ditangkap di Perpustakaan
Ilustrasi (edi/detikcom)
Aceh - Seorang mahasiswa asal Aceh Selatan, Aceh berinisial AB (21) ditangkap polisi saat berada di perpustakaan kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh. AB diduga sudah melakukan pencurian sebanyak 13 kali.

"Telah diamankan terhadap satu orang pelaku yang diduga melakukan tindak pidana pencurian. Pelaku ditangkap pada Kamis 23 November sekitar pukul 10.00 WIB di kompleks kampus UIN Ar-Raniry Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh," kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Taufiq kepada wartawan, Minggu (26/11/2017).

Pelaku AB diduga mencuri di dua kampus negeri di Aceh yaitu UIN Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala. Penangkapan pelaku setelah polisi menerima dua laporan dari korban berbeda. Selama beraksi, pelaku mengambil dompet atau tas milik korban.

Setelah ada laporan, polisi turun tangan. Penyelidikan dilakukan dan mengarah ke AB yang sudah masuk dalam target operasi polisi. Pasalnya, pelaku diduga sudah sering beraksi di UIN Ar-Raniry. Wajah pelaku sempat terekam kamera CCTV ketika beraksi beberapa waktu lalu.

Setelah melihat rekaman CCTV, anggota Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh memastikan AB adalah terduga pelaku. Polisi mendapat informasi saat itu AB sedang berada di perpustakaan kampus UIN Ar-Raniry.

"Setelah memastikan wajah pelaku memang yang terekam di kamera CCTV, pelaku langsung kita amankan. Saat diperiksa, pelaku menerangkan benar ada melakukan pencurian sebanyak 13 kali di kawasan kampus UIN Ar-Raniry dan Unsyiah," jelas Taufiq.

Usai ditangkap, pelaku dan barang bukti kini sudah diamankan di Polresta Banda Aceh. Polisi hingga kini masih menyelidiki keterlibatan pelaku di lokasi pencurian lain.

"Kita melakukan pengembangan apakah untuk pelaku yang diamankan tersebut ada terlibat dalam kasus tindak pidana pencurian lainnya di beberapa wilayah Aceh," ungkap Taufiq. (asp/asp)


Berita Terkait