Rakit 50 Bom
Ipul Akui Perakit Bom Tentena
Jumat, 03 Jun 2005 14:42 WIB
Yogyakarta - Polisi masih sibuk menelusuri siapa perakit bom Tentena, Poso. Tapi, dari Yogyakarta, Syaifulloh (35) alias Ipul tiba-tiba mengakui sebagai perakit bom yang menewaskan 21 orang itu. Dia juga mengaku telah merakit 50 bom. Ck..ck!Ipul adalah tersangka pelaku teror bom di Masjid Besar Kauman Yogyakarta. Kini, dia ditahan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ipul mengaku merakit bom tersebut pada tahun 2001-2002 saat dirinya berada di Poso. "Syaifulloh mengaku bom yang meledak di Tentena kemarin termasuk salah satu bom dari 50 buah bom yang dirakitnya. Bom itu telah diserahkan kepada rekannya untuk aksi teror," kata Kapolda DIY Brigjen Pol Bambang Aris kepada wartawan di Mapolda DIY di Ringroad Utara, Yogyakarta, Jumat (3/6/2005). Kapolda menyampaikan, selama di Poso tahun 2001 Ipul telah merakit sekitar 50 bom segala jenis, bentuk dan ukuran. Bom-bom itu terbuat dari bahan serbuk black powder, detonator, sumbu, kotak/kontainer, pecahan besi dan paku berbagai ukuran.Selain itu Ipul juga merekrut serta mendidik 5 orang untuk dilatih di Poso. Sebanyak 50 bom hasil rakitan Ipul dan anak-anak buahnya itu telah diserahkan kepada Ahmad Yani pada tahun 2001-2002. "Bom itu diserahkan kepada Ahmad Yani di Pandanjaya Poso," kata dia. Selama di Poso dan Sulsel, kata Kapolda, Ipul juga mengaku menjalin hubungan intensif dengan Kelompok Makassar yang dipimpin Agus Dwikarna yang saat ini masih dipenjara di Filipina. Selain itu dia juga mengaku bergabung dengan Komite Penanggulangan Krisis (Kompak) yang berbasis di Solo."Dia juga menjalin secara intensif dengan NII Kompak yang berbasis di Jawa Barat, yakni dengan dua tersangka berinisial H dan U yang masih buron dan diduga bersembunyi di Kalimantan," kata dia. Kapolda menambahkan terungkapnya pengakuan itu setelah tim Den 88 Polda DIY memeriksa intensif tiga orang pelaku bom di Yogyakarta, Ipul, Suhardi dan Taufik. "Setelah diperiksa ternyata dia mengaku bom itu bom di Tentena itu adalah hasil rakitannya ketika berada di Poso," katanya.
(asy/)











































