Sandiaga akan Buka Kirab Kebangsaan dengan Berlari ke Monas

Sandiaga akan Buka Kirab Kebangsaan dengan Berlari ke Monas

Mochamad Zhacky - detikNews
Sabtu, 25 Nov 2017 20:09 WIB
Sandiaga akan Buka Kirab Kebangsaan dengan Berlari ke Monas
Foto: Wagub DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno (Fida/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta mengadakan Kirab dan Tausiyah Kebangsaan di Monas, Jakarta Pusat dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Wagub DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno akan membuka acara tersebut dengan berlari dari kawasan Sudirman menuju Monas.

Acara kirab akan digelar pada Minggu (26/11) besok pagi. Sandiaga akan melepas rombongan kirab dari Patung Sudirman.

"Saya akan membuka kirabnya, dan diikuti oleh marching band. Saya akan melepas dari Sudirman menuju Monas. Tapi saya akan lari di depannya. Jadi saya nanti akan menjemputnya di Monas dengan Mas Anies. Itu yang pagi," ungkap Sandiaga, di Jakarta Creative Hub, Jl Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara tersebut juga akan dimeriahkan berbagai parade. Selain marching band, ada pula seni budaya, silat Betawi, ondel-ondel, rombongan sepeda ontel bahkan panduan suara Kolese Kanisius.

Sementara Tausyiah Kebangsaan akan digelar malam hari dengan diawali salat Isya berjamaah. Namun, untuk lokasi pasti salatnya belum diketahui. Beberapa tokoh agama akan hadir dalam acara tausyiah itu. Yang memimpin tausyiah yakni Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

Sandiaga sendiri berharap Tausyiah Kebangsaan bisa mempererat tali persaudaraan masyarakat Jakarta. Menurut dia, acara tersebut digelar sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan terdahulu.

"Yang malam ada tausiyah kebangsaan mulai dari isya berjamaah. (Tausyiah Kebangsaan) akan kita isi dengan kegiatan-kegiatan untuk menghargai pahlawan kita," kata Sandiaga.

"Kita ingin warga luluh dalam sebuah prosesi yang menghargai perjuangan-perjuangan pahlawan kita, dan ini kita harapkan bisa meningkatkan persatuan dan kebhinekaan kita di Jakarta," imbuhnya.

Acara tausyiah itu merupakan kegiatan pertama setelah adanya aturan larangan mengadakan acara keagamaan. Beberapa waktu lalu, Anies sempat menyinggung soal pencabutan larangan dimaksud.

"Digunakan itu artinya boleh digunakan tetapi harus ada prosea perizinan. Jadi bukan kemudian menjadi tempat yang kosong dimana saja, nggak. Harus ada mengajukan perizinan, ada prosedurnya," ujar Anies di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (23/11). (zak/nvl)


Berita Terkait