DetikNews
Jumat 24 November 2017, 18:38 WIB

Kekhasan Tortor Mandailing di Pernikahan Kahiyang-Bobby

Danu Damarjati - detikNews
Kekhasan Tortor Mandailing di Pernikahan Kahiyang-Bobby Kahiyang dan Bobby saat manortor (Foto: Media Center Kahiyang-Bobby)
FOKUS BERITA: Pernikahan Kahiyang Ayu
Medan - Upacara adat Mandailing dalam pernikahan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu banyak diisi dengan manortor atau menari tortor suku Batak. Ternyata tari tortor Mandailing punya kekhasan, berbeda dengan tortor Batak yang lain.

Malam ini, Jumat (24/11/2017) pukul 20.00 WIB akan dilakukan prosesi manortor semalam suntuk, setelah didahului sesi-sesi manortor di rangkaian acara sejak pagi tadi.



Pernikahan ini memakai adat Mandailing karena ayah Bobby yang bermarga Nasution berasal dari Mandailing, adapun ibu Bobby yang bermarga Siregar berasal dari Angkola. Baik Mandailing dan Angkola punya wilayah hidup yang berdekatan.

Gibran putra Jokowi saat manortor / Gibran putra Jokowi saat manortor / Foto: Grandyos Zafna.


Tari tortor Mandailing dan Angkola berbeda dengan etnis Batak lain misalnya Toba atau Karo. "Tortornya pun sudah lain. Kalau Mandailing begini," kata Raja Luat Pangirkiran dan Sekjen Persadaan Hasibuan, Panggong Hasibuan.



Gerakan manortor Mandailing dilakukan dengan cara telapak tangan dihadapkan ke depan, digerak-gerakkan naik dan turun. Adapun di suku Batak yang lain, ada tortor dengan posisi telapak tangan tidak menghadap ke depan, melainkan jari kelingkinglah yang berada di posisi terdepan, dan jempol berada di posisi paling belakang, alias tangan berposisi agak menyamping.

Dalam tortor Mandailing yang dipraktikkan di prosesi pernikahan Bobby-Kahiyang, ada yang mangayapi. Mangayapi mendukung yang manortor.

Selvi menantu Jokowi saat manortor / Selvi menantu Jokowi saat manortor / Foto: Grandyos Zafna.



Peneliti tradisi Batak Angkola dan Mandailing, Alfian Siagian, menilai pada hakikatnya manortor suku Batak kelompok satu dengan yang lainnya adalah sama, baik di Batak Mandailing, Toba, Karo, dan lain sebagainya. Dalam gerakanpun sebenarnya juga mirip-mirip.

Hanya saja yang khas dari tortor Mandailing adalah musik Gordang Sambilan, alias musik gendang berjumlah sembilan. "Kalau di Batak lain, tetabuhannya tak sampai sembilan," kata Alfian.

Kahiyang saat manortor / Kahiyang saat manortor / Foto: Media Center Kahiyang-Bobby


Proses menari tortor semalam suntuk di Mandailing, diawali oleh tuan rumah alias suhut, dilanjutkan oleh kahanggi (kerabat yang semarga dengan tuan rumah), disambung oleh anak boru (pihak pengambil istri dari keluarga Nasution dalam hal ini), dan disambut mora (pihak pemberi istri terhadap nasution, yakni pihak siregar dalam hal ini) yang turun gelanggang untuk manortor. Begitulah urut-urutan manortor.

"Baru setelah itu maraton, tortor muda-mudi, yakni naposo bulung (remaja putra) dan nauli bulung (remaja putri)," kata pria yang sedang menyelesaikan studinya kajian tradisi lisan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia ini.



Di ujung manortor semalam suntuk, menurut tradisi Mandailing yang asli, pengantin akan ikut manortor di pagi harinya. Istilahnya adalah Namora Pule Manortor.

Manortor berarti melakukan tortor. Sebenarnya 'tortor' sendiri artinya 'tari' dalam khasanah Batak. Pada dasarnya, makna tarian ini mengandung sisi religius.

"Tarian sakral ini pada awal mulanya untuk menyembah kepada Yang Maha Kuasa," kata Alfian.

Tetua adat manortor / Tetua adat manortor / Foto: Grandyos Zafna


Maknanya berkembang menjadi penghormatan kepada leluhur. Dan kini, manortor juga dimaknai sebagai penghormatan kepada yang lebih tua termasuk para raja.



(dnu/imk)
FOKUS BERITA: Pernikahan Kahiyang Ayu
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed