DetikNews
Jumat 24 November 2017, 16:56 WIB

Kapolda Metro Jaya Kembali Ajak KPK Gabung Usut Kasus Novel

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Kapolda Metro Jaya Kembali Ajak KPK Gabung Usut Kasus Novel Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Polisi kembali mengajak KPK untuk ikut dalam pengusutan teror penyiraman air keras ke Novel Baswedan. Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis.

"Kami juga secara resmi menyampaikan surat kepada pimpinan KPK untuk meminta agar teman penyidik dari KPK bisa bekerja sama dengan penyidik kami," ucap Idham di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2017).

"Baik bentuk asistensi maupun kerja sama dalam satu wadah direktorat umum, supaya kegiatan dalam penyelidikan dan penyidikan ini teman-teman KPK bisa lihat langsung, bisa beri langsung masukan, dan lain-lain," imbuh Idham.



Menurut Idham, kasus tersebut mendapatkan atensi khusus di Polda Metro Jaya. Sejauh ini sudah 167 personel dari Polda Metro Jaya dan Polres khusus menangani kasus itu.

Selain itu tim dari Mabes Polri juga melakukan audit internal untuk penyelidikan kasus ini. Tim audit investigasi ini dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polri dan dibantu sejumlah jenderal bintang 1 dari Irwasum dan Bareskrim Polri.

Yang terkini, Idham juga telah merilis 2 sketsa 3 dimensi orang yang diduga terlibat dalam teror penyiraman air keras terhadap Novel. Idham menyebut gambar itu didapat dari proses kerja sama serta bantuan dari Australian Federal Police (AFP) serta Inafis Mabes Polri.

"Saya memberi gambaran kepada rekan-rekan, yang pertama rekan-rekan sekalian ini informasi yang kita dapat dari saksi S. Kemudian yang kedua ini, yang tadi ini kita dapat dari saksi SN," ucap Idham.

Sementara itu KPK masih akan memikirkan dulu bagaimana menyikapi ajakan Kapolda Metro Jaya. "Surat itu kita terima, nanti kita pelajari lebih lanjut apa kerja sama yang bisa dilakukan," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dalam kesempatan berbeda.

Novel Baswedan mengalami teror penyiraman air keras seusai menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya pada 11 April 2017. Novel kini tengah menjalani perawatan di Singapura.

Dia menjalani operasi tahap pertama terhadap matanya pada Agustus 2017. Pada Oktober lalu, sebenarnya operasi tahap kedua direncanakan tetapi batal karena kondisi mata kiri Novel masih membutuhkan perawatan.
(nif/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed