Jalanan di Ibu Kota Kaltara Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang

Jalanan di Ibu Kota Kaltara Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang

Sofyan - detikNews
Jumat, 24 Nov 2017 16:44 WIB
Jalanan di Ibu Kota Kaltara Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang
Bulungan - Meskipun berada di ibu kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), namun beberapa ruas jalan mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan warga sampai menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak, sebagai bentuk protes terhadap lambanya penanganan dari pemerintah.

Beberapa ruas jalan yang berada di Kabupaten Bulungan yang juga ibu kota Kaltara adalah Jalan Semangka, Cenderawasih, dan Jalan Cendana. Banyak warga yang mengaku tidak mengetahui siapa yang menanam pohon pisang di Jalan Cendana, namun tidak sedikit yang mendukung aksi tersebut,

"Iya bagus saja, biar pemerintah tahu kalau jalan kita ini rusak, supaya cepat diperbaiki," terang Ratna yang kebetulan melintas di jalan tersebut, Jumat (24/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, setiap hari dirinya melintas di Jalan Cendana dengan kondisi yang tidak begitu nyaman dilalui. Selain berlubang dan digenangi air juga sepi pengendara sehingga saat malam hari bukan hanya rawan kecelakaan tetapi juga rawan kejahatan.

"Takutnya kalau malam ada tindak kejahatan, sudah jalanan jelek, kendaraan tidak bisa laju maka kalau ada yang iseng celakalah kita," ungkapnya.

Banyaknya lubang dan genangan air di sepanjang Jalan Cendana membuat jalanan menjadi licin, bahkan tak jarang pengendara sepeda motor terjatuh karena roda slep.

"Kemarin ada yang jatuh, bapak-bapak sedang boncengan terjatuh karena terpelesat saat mengendarai sepeda motornya," ucap Ratna.

Sementara itu, warga lainnya, Jais justru berniat menanam pohon durian karena pohon pisang sudah dianggap biasa sehingga respon pemerintah akan lambat,

"Cari bibit durian dululah biar cepat diperbaiki ini jalan. Kalau hanya pohon pisang sudah biasa. Ini jalanan ibukota Kaltara lo, masak seperti ini," tuturnya.


Jalan Cendana ini menghubungkan Jalan Sengkawit dengan kawasan Sabanar Lama, dan jalan ini menjadi vital karena banyak warga yang menggunakan mengatar anak sekolah, ke pasar, maupun ke beberapa tempat layanan public.

Jika pemerintah tidak tanggap dengan kondisi ini, warga juga akan melakukan penimbunan secara swadaya karena kondisi Jalan Cendana sudah beberapa tahun dibiarkan seperti ini,

"Kita timbun sendiri saja, mengharapkan pemerintah sampai kapan," ungkapnya. (asp/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads