"Udah (lumpuh) sejak 8 bulan lalu. Waktu itu pulang dari Tangerang jatuh di got, nggak bisa bangun sampai sekarang," kata istri Radi, Tini (77) saat ditemui, Jumat (24/11/2017).
Tini dan suaminya tinggal di RT 02/16 Kelurahan Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Radi belum pernah dibawa berobat karena takut jika nanti dioperasi pihak rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain lumpuh, pandangan Radi juga sudah menurun. Hal itu juga dialami Tini dalam beberapa tahun terakhir.
Kakek Radi mengalami lumpuh setelah terjatuh pada 8 bulan lalu (Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom) |
"Kalau saya sakit batuk, mata kurang awas. Dia (Radi) juga matanya kurang awas," ujar dia.
Keduanya tinggal di gubuk depan rumah menantunya. Sehari-hari, Tini berjualan mi dan kopi untuk menyambung hidup.
"Tinggal di sini sudah lama, sejak zaman kereta kayu. Presidennya aja masih Soeharto. Usaha warung pinjam ke bank, sudah 20 tahun ada. Dagang kopi sama mi, tadinya (jual) nasi, sekarang berhubung mata kurang awas, mi aja," imbuh Tini.
Rumah yang menempel dengan gubuk Tini biasanya ditempati menantunya. Namun saat ini menantu dan anak angkat Tini sedang berada di Lampung.
Kini Tini hanya bisa berharap pada bantuan orang di sekitarnya. Dia ingin dapat terus menyambung hidup dari hasil dagang di gubuk itu.
"Harapannya dikasih duit buat makan sehari-hari. Nggak mau berobat saya, kalau berobat takut dibelek-belek," katanya. (abw/jbr)











































Kakek Radi mengalami lumpuh setelah terjatuh pada 8 bulan lalu (Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom)