Kesetiaan Nenek Tini Rawat Suaminya yang Lumpuh di Tangsel

Kesetiaan Nenek Tini Rawat Suaminya yang Lumpuh di Tangsel

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Jumat, 24 Nov 2017 14:28 WIB
Kesetiaan Nenek Tini Rawat Suaminya yang Lumpuh di Tangsel
Nenek Tini yang setia mendampingi sang suami, Kakek Radi (Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Tangerang Selatan - Kakek Radi (97) hanya bisa terbaring lemas di atas kasur. Dia mengalami lumpuh setelah terjatuh pada 8 bulan lalu.

"Udah (lumpuh) sejak 8 bulan lalu. Waktu itu pulang dari Tangerang jatuh di got, nggak bisa bangun sampai sekarang," kata istri Radi, Tini (77) saat ditemui, Jumat (24/11/2017).

Tini dan suaminya tinggal di RT 02/16 Kelurahan Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Radi belum pernah dibawa berobat karena takut jika nanti dioperasi pihak rumah sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi simpanan saya habis bakal ngempanin (beli makan, red) dia (Radi). Nggak pernah dibawa ke rumah sakit, takut dibelek-belek. Obatnya paling saya kasih makan, atau kasih minyak kayu putih," ujarnya.

Selain lumpuh, pandangan Radi juga sudah menurun. Hal itu juga dialami Tini dalam beberapa tahun terakhir.

Kakek Radi mengalami lumpuh setelah terjatuh pada 8 bulan laluKakek Radi mengalami lumpuh setelah terjatuh pada 8 bulan lalu (Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom)

"Kalau saya sakit batuk, mata kurang awas. Dia (Radi) juga matanya kurang awas," ujar dia.

Keduanya tinggal di gubuk depan rumah menantunya. Sehari-hari, Tini berjualan mi dan kopi untuk menyambung hidup.

"Tinggal di sini sudah lama, sejak zaman kereta kayu. Presidennya aja masih Soeharto. Usaha warung pinjam ke bank, sudah 20 tahun ada. Dagang kopi sama mi, tadinya (jual) nasi, sekarang berhubung mata kurang awas, mi aja," imbuh Tini.

Rumah yang menempel dengan gubuk Tini biasanya ditempati menantunya. Namun saat ini menantu dan anak angkat Tini sedang berada di Lampung.

Kini Tini hanya bisa berharap pada bantuan orang di sekitarnya. Dia ingin dapat terus menyambung hidup dari hasil dagang di gubuk itu.

"Harapannya dikasih duit buat makan sehari-hari. Nggak mau berobat saya, kalau berobat takut dibelek-belek," katanya. (abw/jbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini