Komnas HAM Tunggu Kedatangan Prabowo dan Sjafrie

Komnas HAM Tunggu Kedatangan Prabowo dan Sjafrie

- detikNews
Jumat, 03 Jun 2005 10:50 WIB
Jakarta - Komnas HAM saat ini tengah menunggu kehadiran Letjen (Purn) Prabowo Subianto dan Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin, Jumat (3/6/2005). Niat baik mereka memenuhi panggilan Komnas HAM sangat dinantikan.Kedua jenderal itu akan diperiksa Komnas HAM dalam kasus penghilangan paksa para aktivis yang terjadi pada 1997-1998. Tapi hingga pukul 10.45 WIB, keduanya belum tampak di Kantor Komnas, Jl Latuharhari 4B, Jakarta Pusat."Sebenarnya Pak Wiranto juga (dipanggil). Tapi Pak Wiranto telah memberi konfirmasi tidak bisa datang dan akan datang 10 Juni," kata Ketua Tim Penyelidikan Penghilangan Paksa tahun 1997-1998 bentukan Komnas HAM, Ruswiyati Suryasaputra, dalam perbincangan dengan detikcom, pukul 10.00 WIB. Saat dikontak, Ruswi baru tiba dari Surabaya, menghadiri tahlilan 1.000 hari meninggalnya sang suami.Ruswi mengaku belum menerima kabar dari Prabowo maupun Sjafrie yang kini Sekjen Dephan. "Pemanggilan ini merupakan undangan untuk menyeimbangkan informasi karena kita akan membuat analisis tentang peristiwa yang terjadi saat itu," tuturnya.Pihaknya saat ini telah mendapatkan informasi dari keluarga korban. Kalau informasi hanya dari satu pihak, tentunya tidak bagus. "Kita harapkan beliau dari TNI mau membuka diri. Ini kesempatan untuk memberikan informasi yang benar," harap Ruswi.Menurutnya, selama ini image masyarakat kepada TNI sepertinyapara jenderal menolak kerja sama, semua ditutupi. Nah, sekarang silakan bicara. "Ini kesempatan baik bagi mereka," tekan Ruswi.Berdasarkan UU No.39 Tahun 1999 tentang Komnas HAM, tim pimpinan Ruswi ini tidak berwenang untuk menentukan siapa pelaku penghilangan paksa. "Kita hanya menganalisis data, informasi dan fakta," katanya.Faktanya adalah pada masa itu 14 orang hilang. Dan tugas Ruswi dkk adalah mengumpulkan informasi yang harus digali. "Kalau memang ada fenomena pelanggaran HAM berat, nanti diputuskan di paripurna Komnas HAM," katanya.Tim Ruswi ini dibentuk 20 Januari silam. Masa tugasnya berakhir 20 Juli. "Ini beban berat bagi saya. Keluarga korban itu sangat berharap ke Komnas HAM, paling tidak bisa tahu anaknya atau suaminya yang hilang itu ada di mana sekarang. Kalau sudah meninggal di mana kuburannya? Kenapa mereka meninggal?" curhat Ruswi.Dari 14 aktivis yang hilang itu antara lain adalah Gunawan, Johan Bachtiar, Mulyani, Ucok Siahaan, Bimo Petrus, dan Yani Afri. Mereka hilang saat Soeharto masih kuat. Prabowo yang mantan Danjen Kopassus, beberapa tahun silam hanya mengakui 9 aktivis yang diculik dan kemudian dilepaskan.Akan tetapi keterangan para saksi korban sebelumnya diketahui selama ditahan mereka mengaku sempat berkomunikasi dengan sejumlah aktivis lain yang hingga saat ini tidak pernah ditemukan. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads