DetikNews
Jumat 24 November 2017, 12:53 WIB

Usai Salat Jumat, Massa Aksi 2411 Long March ke DPP NasDem

Indra Komara, Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Usai Salat Jumat, Massa Aksi 2411 Long March ke DPP NasDem Massa aksi 2411 (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Usai menunaikan salat Jumat, massa aksi 2411 bergerak menuju ke DPP Partai NasDem. Mereka tampak long march dengan berjalan kaki, tetapi ada pula yang mengendarai sepeda motor.

Dari pantauan di Jalan Cut Nyak Dien, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (24/11/2017), massa mulai bergerak pukul 12.41 WIB. Tidak ada atribut aksi yang dibawa massa. Mayoritas massa menggunakan pakaian putih bertuliskan Laskar Pembela Islam (LPI). Lagu 'Aksi Bela Islam' terdengar dari mobil komando.

Usai Salat Jumat, Massa Aksi 2411 Long March ke DPP NasDemAda pula massa yang mengendarai sepeda motor (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)


"Kita menuntut penodaan agama yang dilakukan oleh Viktor agar Bareskrim mempercepat prosesnya, untuk segera diproses, dipanggil, diperiksa untuk dijadikan tersangka," kata orator di mobil komando.

Polisi Siaga di Depan DPP NasDem

Ratusan polisi telah bersiaga di depan kantor DPP Partai NasDem. Mereka akan mengamankan jalannya aksi 2411.

"400 personel. Personel gabungan dari Brimob, Sabhara, Polsek, Polres, dan Polda," kata Kapolsek Menteng AKBP Ronald Purba di lokasi.

Usai Salat Jumat, Massa Aksi 2411 Long March ke DPP NasDemPolisi telah bersiaga (Foto: Indra Komara/detikcom)

Tampak ada 3 water canon yang disiagakan. Selain itu, tampak pula 1 mobil yang membawa pagar kawat.

"Kita mengamankan luar dalam. Karena yang dalam juga ada massa takut dari dalam terprovokasi. Karena di dalam dari NasDem juga lagi ada kegiatan. Kita antisipasi," ujarnya.

Usai Salat Jumat, Massa Aksi 2411 Long March ke DPP NasDemWater canon disiapkan (Foto: Indra Komara/detikcom)

Aksi ini merupakan buntut dari kabar penghentian kasus dugaan ujaran SARA dengan terlapor Viktor Laiskodat. Massa yang didominasi alumni 212 itu menuntut polisi segera menuntaskan kasus yang menjerat Viktor.
(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed