"Kesimpulannya tidak ada unsur kesengajaan. Hasilnya kita pastikan itu bukan tembakan langsung tapi peluru jatuh," kata Kasubdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, saat ditemui di Jalan Tanah Abang II, Nomor 56, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017).
Hendy mengatakan, arah datangnya peluru sudah didapat. Namun harus dipastikan menggunakan rumus.
"Arahnya sudah dapat. Tapi secara pastinya kita harus pakai rumus. Lokasinya masih kita perlu pendalaman, nanti hasil dari labfor (laboratorium forensik) sudut kemiringan jatuhnya peluru dimana? Potensi jatuhnya di radius berapa? Kita lidik," jelasnya.
Hendy juga memastikan tembakan ini bukan tembakan langsung melainkan peluru yang jatuh. Maka, pihaknya akan menggunakan rumus gerak parabola dalam kasus tersebut.
"Pakai perhitungan gerak parabola, kita pastikan bukan tembakan langsung tapi peluru jatuh. Kalau secara teori, senjata kita tembakin jatuhnya itu lebih cepat ketika turun karena gaya gravitasi," ujarnya.
Kronologinya, kata Hendy, peluru datang menembus genting berbentuk asbes. Selanjutnya, peluru juga menembus plafon dan jatuh di atas sofa lantai 2. Tidak ada korban dalam kejadian ini.
"Tidak ada korban. Gentingnya, genting dari asbes itu ya, kemudian plafon, kemudian jatuh di lantai 2," tuturnya. (cim/bag)











































