Hanura Segera Susul Demokrat-Golkar Deklarasi Dukung Khofifah-Emil

Pilgub Jatim 2018

Hanura Segera Susul Demokrat-Golkar Deklarasi Dukung Khofifah-Emil

Hary Lukita Wardani - detikNews
Kamis, 23 Nov 2017 10:45 WIB
Khofifah-Emil (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Partai Demokrat dan Golkar resmi mengusung Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak di Pilgub Jawa Timur 2018. Sekjen Hanura Sarifuddin Sudding mengatakan partainya dalam waktu dekat juga akan segera menyusul memberikan rekomendasi dukungan secara resmi.

"Iya kita tetap berikan dukungan (ke Khofifah-Emil). Ya dalam waktu dekat ini (resmi usung Khofifah-Emil), kita masih lagi sibuk di Sumatera Utara pelantikan," ujar Sudding saat dihubungi, Kamis (23/11/2017).

Sudding menuturkan keputusan Khofifah memilih Emil sebagai pendamping sudah pernah dikomunikasikan kepada Hanura. Menurutnya, dari beberapa nama yang ada, Mensos itu condong memilih Emil sehingga Hanura akan mendukung penuh keputusan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 Hanura Segera Susul Demokrat-Golkar Deklarasi Dukung Khofifah-EmilSarifuddin Sudding. (Dok detikcom)

"Memang pada prinsipnya Hanura memberikan dukungan penuh kepada Khofifah Indar Parawansa. Memang dalam beberapa kali pertemuan dengan Ibu Khofifah menanyakan siapa yang layak menjadi pendampingnya dalam Pilgub Jatim, ya dia dorong nama Emil," jelas Sudding.

"Iya memang Khofifah menyampaikan itu. Ada beberapa nama, tapi dia lebih condong ke Emil," sambungnya.


Seperti diketahui, Partai Demokrat dan Golkar resmi mengusung pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak untuk bertarung di Pilgub Jawa Timur 2018. Khofifah-Emil kini memiliki tiket ke Pilgub Jatim dengan dukungan 24 kursi dari Demokrat dan Golkar.

Untuk bertarung di pilgub, setiap pasangan harus memiliki dukungan partai politik minimal 20 kursi di DPRD. Khofifah-Emil mendapat 13 kursi dari Demokrat dan 11 kursi dari Golkar.


Demokrat menjadi partai pertama yang memberikan dukungan resmi kepada Khofifah-Emil. Sehari kemudian, Partai Golkar menyusul.

Emil, yang merupakan kader PDIP, mendapat sejumlah kritik. Sebab, ia dinilai melanggar garis partai dalam Pilgub Jatim lantaran PDIP memutuskan mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas. (lkw/elz)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads