DetikNews
Kamis 23 November 2017, 10:05 WIB

2 Napi Kabur Usai Todong Sipir dengan Pistol, Polisi Endus Keanehan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
2 Napi Kabur Usai Todong Sipir dengan Pistol, Polisi Endus Keanehan Ilustrasi (andi/detikcom)
Pekanbaru - Dua napi kabur dari Lapas Pekanbaru setelah menodongkan pistol ke sipir. Polisi menilai banyak kejanggalan dalam kaburnya napi tersebut.

Napi yang kabur dengan menodongkan pistol itu adalah mantan anggota Polri, Satriandi (29). Dia kabur bersama teman satu selnya, Nugroho alias Kecuk.

Mereka kabur pada Rabu (22/11/2017) pukul 16.40 WIB, setelah siangnya menerima tamu Resti dan Hasbi. Konon Hasbi adalah adik Satriandi.

Ketika dua tamu tadi membesuk Satriandi, kuat dugaan di situlah senjata api laras pendek dititipkan. Yang menjadi pertanyaan, mengapa petugas sipir tidak memeriksa barang bawaan tamu yang masuk ke lapas.

"Ini salah satu kejanggalan. Sehingga kita duga senjata api dititipkan saat dua tamu tadi membesuk Satriandi," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto kepada detikcom, Kamis (23/11).

Kejanggalan lain, saat kedua napi kabur dengan cara menodongkan pistol, kamera pengintai (CCTV) yang ada di pintu masuk tidak aktif. Alasannya, rusak akibat tersambar petir.

"Jadi informasinya rekaman CCTV saat kejadian tidak berfungsi dengan baik," kata Susanto.

Terlebih, Satriandi adalah napi yang kakinya pincang akibat ulahnya menjatuhkan diri dari hotel di Pekanbaru. Satriandi melompat dari lantai lima karena digerebek di kamar hotel lantaran menyimpan narkoba.

Dalam kasus kepemilikan narkoba ini, Satriandi divonis bebas oleh majelis hakim. Pertimbangannya, Satriandi punya surat kartu kuning alias mengalami gangguan jiwa.

Kondisi kakinya yang pincang dan susah berjalan menjadi kejanggalan tersendiri. Jalan yang tertatih semestinya tidak semudah itu dia meninggalkan Lapas Pekanbaru.

"Heran juga kita, padahal dia jalannya saja susah karena kakinya pincang. Tapi kok dengan bebasnya bisa keluar dari lapas," kata Susanto.

Satriandi adalah napi dalam kasus pembunuhan. Dia membunuh seorang warga terkait bisnis narkoba. Dalam kasus pembunuhan ini, dia divonis 12 tahun penjara.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed