"Salah satu yang menyebabkan (kemacetan) adalah kurang tertibnya ojek-ojek online ini, katakanlah ojek-ojek lainnya itu menggunakan badan jalan untuk menunggu penumpang," ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono, di Stasiun Manggarai, Jalan Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (23/11/2017).
Stasiun Manggarai. Foto: Seysha Desnikia/detikcom |
Ia menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan PT KAI dan dinas pekerjaan umum DKI untuk menyediakan lahan untuk ojek online. Menurutnya lahan tersebut akan dikelola seperti yang ada di Stasiun Dukuh Atas.
"Nanti Pak Kepala DAOP I segera akan membangun lahan kosong yang sekarang tidak digunakan, untuk pengendapan ojek-ojek online," tutur Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu lintas di sekitar Stasiun Manggarai. Foto: Seysha Desnikia/detikcom |
"Nanti lahan kosong yang ada juga akan dibuat lay back jadi nanti bus-bus itu tidak antre pinggir jalan tapi langsung masuk ke parkiran. Jadi nanti transaksinya di situ, seperti terminal sementara," ujar Bambang.
Pihak BPTJ juga akan menyiapkan pagar untuk pejalan kaki supaya tetap jalan di jalur pedestrian. Upaya ini menurutnya untuk membuat pejalan kaki lebih aman, agar mereka tidak jalan ke bahu jalan.
"Nanti mungkin kita pagar. Supaya mereka jalan di (jalur) pedestrian bukan di badan jalan. Sehingga ini meningkatkan keselamatan mereka sendiri," tutur Bambang.
BPTJ akan berkoordinasi dengan PT KAI agar ada lahan bagi ojek dan transportasi lain untuk menunggu penumpang. Foto: Seysha Desnikia/detikcom |
(bag/bag)












































Stasiun Manggarai. Foto: Seysha Desnikia/detikcom
Lalu lintas di sekitar Stasiun Manggarai. Foto: Seysha Desnikia/detikcom
BPTJ akan berkoordinasi dengan PT KAI agar ada lahan bagi ojek dan transportasi lain untuk menunggu penumpang. Foto: Seysha Desnikia/detikcom