DetikNews
Kamis 23 November 2017, 09:10 WIB

Pemprov DKI Anggarkan Subsidi Susu di 2018, Revolusi Putih?

Idham Kholid - detikNews
Pemprov DKI Anggarkan Subsidi Susu di 2018, Revolusi Putih? Foto: Ilustrasi, gedung Balai Kota DKI. (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menganggarkan subsidi susu di 2018. Adanya subdisi susu ini mengingatkan kembali ide Revolusi Putih yang sempat menjadi perdebatan.

Subsidi susu ini terdengar ketika Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Darjamuni diwawancara wartawan terkait keluhan PD Dharma Jaya yang tidak mendapat dana penyertaan modal daerah untuk membeli daging. Selain susu, juga ada pembagian ikan beku. Darjamuni menegaskan Pemprov DKI menjamin penerima KJP tetap akan menerima daging bersubsidi.

"Kami sudah menganggarkan itu 2018 untuk daging bersubsidi. Bahkan tahun 2018 kita tambah produknya, ada dua produk lagi, yaitu susu dan ikan beku," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Darjamuni di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017).


Darjamuni mengatakan telah tersedia anggaran Rp 885 miliar. Anggaran tersebut akan dibagikan kepada 700 ribu warga.

"(Penerima) bukan hanya KJP. Jadi penerima KJP, penghuni rumah susun, lansia, dan buruh yang UMP nanti, disabilitas juga. Datanya sedang kita collect semua. Insyaallah kita bisa mulai di bulan Januari 2018," terangnya.

Untuk diketahui, Revolusi Putih menjadi salah satu program unggulan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sejak 2009. Program itu kini kembali digaungkan dan diusulkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Usulan itu disampaikan oleh Adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo yang mendatangi langsung Anies di Balai Kota pada Kamis 26 Oktober 2017. Dia menyebut Anies bahkan sudah setuju dengan program tersebut.

"Kami tadi sempat ketemu Pak Anies. Kami bicara cukup lama. Saya sampaikan beberapa hal dan beliau sudah setuju. Pertama adalah program tambahan makanan untuk pelajar sekolah," kata Hashim setelah bertemu dengan Anies saat itu.

Ia menjelaskan semua pelajar di DKI Jakarta baik dari sekolah negeri maupun swasta yang tidak mampu akan dapat makanan gratis melalui gerakan Revolusi Putih ini.



Anies Baswedan juga pernah menerapkan Revolusi Putih saat dirinya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Program itu kini hendak dibawa lagi ke Jakarta. Anies pun setuju karena menurutnya Revolusi Putih sesuai dengan slogan 'Maju Kotanya, Bahagia Warganya'.

"Itu pernah jadi program di pemerintah pusat, waktu saya jadi Menteri Pendidikan, salah satunya program kami membuat yang namanya program makanan sehat untuk anak-anak. Ada yang bentuknya sarapan. Itu tadi usulan. Kita terima usulannya. Nanti kita lihat di Jakarta implementasinya seperti apa, bertahap," kata Anies di Balai Kota.

Rupanya program Revolusi Putih gagasan Prabowo tersebut mendapat pertentangan dari Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Nila menyarankan agar susu yang berasal dari sapi bisa substitusi dengan ikan.

"Saya agak enggak setuju. Susu kalian tahu dapat dari mana? Dari sapi. Cukup enggak sapi kita? 250 juta penduduk mesti dapat dari mana?" kata Menkes di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, pada Kamis 26 Oktober 2017.

Menurut Nila, susu bisa digantikan dengan ikan yang juga kaya akan protein. Jumlah ikan di Indonesia lebih banyak ketimbang sapi perah. "Jadi kalian harus mau makan ikan. Bu Susi (Menteri Perikanan dan Kelautan) sudah capek-capek nenggelamin kapal (pencuri ikan), masa kalian tidak mau makan ikan?" ujar Nila.

Lalu, apakah subsidi susu ini merupakan program Revolusi Putih?


(idh/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed