DetikNews
Kamis 23 November 2017, 08:31 WIB

Kasus e-KTP, KPK Tak Hanya Berpegang Pada Pernyataan Novanto

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Kasus e-KTP, KPK Tak Hanya Berpegang Pada Pernyataan Novanto Setya Novanto usai diperiksa KPK (Foto: Grandyos Zafna/detikcom).
FOKUS BERITA: Setya Novanto Ditahan
Jakarta - Pasca ditahan, rupanya Setya Novanto sulit memberikan keterangan saat diperiksa KPK karena mengaku sakit. Namun, KPK pantang mundur dengan tidak bergantung pada keterangan tersangka e-KTP ini semata.

"Terkait dengan apakah sulit mendapatkan keterangan tersangka atau tidak, pada prinsipnya tentu tersangka punya hak untuk menjawab atau tidak menjawab, silakan saja. Dan KPK tidak boleh bergantung pada satu keterangan saja," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dihubungi detikcom, Rabu (22/11/2017).

Ada 5 alat bukti yang ditegaskan Febri digunakan KPK untuk menyidik suatu kasus. Berdasarkan Pasal 184 ayat (1) KUHAP, alat bukti yang sah dalam pengadilan pidana terbagi menjadi keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. Untuk penetapan tersangka sendiri, KPK hanya perlu memenuhi 2 alat bukti.

Video 20Detik: Ketika Si Papa Bungkam Usai Diperiksa KPK

[Gambas:Video 20detik]

Namun, Juru Bicara KPK ini menekankan, pemeriksaan terhadap Novanto tetap harus dilakukan. Ini untuk memenuhi aturan hukum.

"Pemeriksaan tersangka tentu tetap harus dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku," kata Febri.

Setya Novanto resmi ditahan KPK selama 20 hari pertama terhitung sejak 19 November 2017. Dia menghuni rutan KPK setelah hasil pemeriksaan oleh dokter RSCM Kencana dan IDI menyatakan Novanto sudah tidak perlu dirawat inap lagi pasca kecelakaan pada Jumat (17/11) pekan lalu. Bahkan Novanto dinyatakan fit to be questioned atau sehat untuk dimintai keterangan.

Namun, dalam pemeriksaan kedua yang berlangsung Selasa (21/11) kemarin, pengacara Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan pemeriksaan kliennya ditangguhkan karena alasan kesehatan. Kondisi Novanto disebutnya masih lemah.

"Jadi tadi diperiksa kelanjutan daripada pemeriksaan hari pertama, yang mana pemeriksaannya selalu kan ditanya apakah dalam keadaan sehat? dan Beliau memang kondisi fisiknya lemah. Jadi masih belum bisa (diperiksa). Dengan demikian pemeriksaan yang kedua ini tetap ditangguhkan, menunggu kondisi beliau itu semakin sehat," ujar Fredrich usai mendampingi pemeriksaan Novanto di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Dia mengatakan kliennya tidur terus, bahkan setiap 2 menit. Ini juga yang tentunya menghambat pemeriksaan.

"Iya selalu tidur terus, selalu tidur melulu. Waktu menunggu pemeriksaan, tidur. Waktu ditanya penyidik, juga tidur," sebut Fredrich.

Cek Video 20Detik: Perasaan Setya Novanto Menghuni Sel KPK
(nif/bar)
FOKUS BERITA: Setya Novanto Ditahan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed