Masih Sering Menangis, Corby Mulai Gemar Merajut
Jumat, 03 Jun 2005 03:55 WIB
Denpasar - Bak merajut kembali hidupnya, Corby punya hobi baru, yakni merajut dengan benang wol. Namun tetes air mata masih sering membasahi pipinya.Si cantik yang mendapat vonis penjara 20 tahun oleh Pengadilan Negeri Denpasar atas kepemilikan 4,2 kg mariyuana ini mulai terbiasa dengan suasana LP Kerobokan.Sesekali dia bermain tenis yang lapangannya ada di halaman LP, yang berlokasi beberapa meter dari sel Amrozi cs, terpidana mati kasus bom Bali."Dia tuh pintar main tenis. Dia biasa main dengan tahanan lain maupun petugas sipir," tutur pengacara Corby, Lily Sri Rahayu Lubis kepada detikcom melalui telepon di Denpasar, Bali, Kamis (2/6/2005) malam.Selain tenis, Corby juga sering melakukan yoga. Perempuan Aussie kelahiran Brisbane, 10 Juli 1977 ini juga mengikuti kegiatan ketrampilan yang ada di LP Kerobokan.Ada banyak kegiatan ketrampilan, seperti membuat kursi dan anyaman. Tapi ratu mariyuana ini lebih tertarik dengan kegiatan menyulam yang menggunakan benang wol."Dia sering minta ibunya untuk membelikan bahan-bahannya. Dia juga belajar menyulam dari sesama penghuni sel," ungkap Lily.Corby yang menempati LP Kelas IIA Denpasar, Kerobokan, Bali ini berbagi hidup bersama 8 tahanan lain. Perempuan yang sebulan lagi akan menginjak usia 28 tahun ini sudah enam bulan meringkuk di LP Kerobokan, persisnya sejak 6 Januari 2005."Dia berperilaku cukup baik dan cepat bergaul dengan penghuni," kata Lily. Sebelum di LP Kerobokan, Corby sempat merasakan dinginnya sel Polda Bali setelah ditangkap pada 8 Oktober 2004."Kesehatannya cukup baik, hanya mengalami masalah kulit seperti gatal-gatal, kemudian dehidrasi, dan masalah sanitasi air. Umumnya dia tidak terlalu banyak mengeluh dengan suasana dan fasilitas penjara," ucap Lily.Corby, lanjut dia, hanya mengeluh kalau dihujani pertanyaan oleh media massa. Si cantik berambut lurus panjang ini merasa kadang-kadang beritanya banyak menyudutkan dirinya. Maklum saja, Corby tetap bersikeras tidak mengakui kepemilikan 4,2 kg mariyuana."Akhir-akhir ini, pascavonis, Corby lebih banyak menangis. Sebelumnya dia tidak pernah menangis sesering itu. Dia selalu tanya ke saya: Lily, akankah saya bisa keluar dari sini secepatnya," tutur Lily mengutip ucapan Corby.Keluarga Corby pun, sambung Lily, sangat stres dan terpukul atas vonis terhadap Corby. Namun Corby meminta kepada orang tuanya untuk tidak larut dalam situasi tersebut.Seperti halnya hobi baru Corby, merajut kembali kehidupan akan lebih memberi kekuatan dan harapan baru ketimbang menyesali hidup.
(sss/)











































