DetikNews
Rabu 22 November 2017, 20:25 WIB

Tangani Kasus Setya Novanto, KPK Tak Ingin Terburu-buru

Faiq Hidayat - detikNews
Tangani Kasus Setya Novanto, KPK Tak Ingin Terburu-buru Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta - KPK menegaskan penanganan perkara korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto dilakukan dengan cermat. Selain penanganan perkara, KPK siap menghadapi praperadilan kedua yang diajukan Novanto.

"Saat ini ada dua tim yang berjalan paralel. Tim dari Biro Hukum ditugaskan mempelajari dokumen praperadilan yang telah diterima KPK, termasuk salah satu alasan pihak SN (Setya Novanto) bahwa penyidikan yang dilakukan KPK nebis in idem," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (22/11/2017).

KPK, ditegaskan Febri, tetap berpatokan pada pembuktian perkara dengan mengumpulkan bukti yang cukup. KPK tak mau terburu-buru menangani perkara.

"Tim di penindakan tetap menangani pokok perkara. KPK tidak ingin tergesa-gesa dalam menangani kasus e-KTP ini. Kami tetap akan lakukan dengan hati-hati dan menjadikan kekuatan bukti sebagai tolok ukur utama," sambung Febri.

Terkait perkara korupsi e-KTP, KPK memeriksa lima orang sebagai saksi untuk tersangka Novanto dan mantan Dirut Quadra Solution Anang Sugiana. Saksi tersebut dari Ade Komarudin hingga Plt Sekjen DPR Damayanti.

"Saksi tindak pidana korupsi pengadaan aket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP elektronik) Ade Komarudin (anggota DPR RI), Damayanti (Plt Sekjen DPR RI), Made Oka Masagung (swasta), Deniarto Suhartono (swasta), dan Andi Agustinus (swasta)," jelas Febri.
(fai/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed