DetikNews
Rabu 22 November 2017, 19:11 WIB

Golkar Jateng: Publik Sudah Muak dengan Kinerja Setya Novanto

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Golkar Jateng: Publik Sudah Muak dengan Kinerja Setya Novanto Diskusi Kosgoro soal Golkar. (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta - Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah Wisnu Suhardono menyebut ada sebagian masyarakat yang telah muak terhadap kinerja Ketua Umum Setya Novanto. Wisnu mengatakan itu merupakan kondisi objektif yang tengah dialami Partai Golkar.

"Kondisi objektif saat ini Golkar, Anda sudah sangat luar biasa menilainya, ada publik sudah muak terhadap kinerja Setya Novanto," kata Wisnu.

Hal itu disampaikan Wisnu dalam diskusi yang digelar di sekretariat PPK Kosgoro 1957, Jln Hang Lekiu, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (22/11/2017). Hadir juga Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia, Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono, dan pengamat politik Ray Rangkuti.


Wisnu juga menyebut kondisi Golkar saat ini mengalami tingkat penurunan kepercayaan masyarakat. Dia lantas mengatakan penyebab persoalan itu adalah ada sebagian tokoh yang masih menggantungkan hidupnya kepada partai.

"Mungkin salah satu penyebabnya, tokoh-tokoh di Golkar sebagian hidupnya dari partai, ini yang jadi permasalahan, yang jadi permasalahan atas bagian dari mereka ini, hidup dari partai," tuturnya.

Menurut Wisnu, jika Golkar hanya diisi oleh orang-orang yang hanya hidup dari partai, Golkar akan ditinggalkan oleh masyarakat. Sebab, situasi seperti itu rentan untuk menimbulkan terjadinya politik uang.


"Dengan money politics, ini di dalam era milenium ini karena hidupnya dari partai karena bermain dalam parpol sehingga mengambil kebijakan dan keputusan tidak bisa objektif proporsional, apalagi profesional," ujar Wisnu.

Karena itu, dia berharap Golkar dapat mempunyai pemimpin baru yang loyal dan tidak hanya hidup dari partai. Pemimpin yang seperti itu, menurut Wisnu, akan meningkatkan kembali kepercayaan rakyat kepada Golkar.


"Ke depan, (perlu) ada pemimpin yang tidak hidup dari partai, tapi menjiwai dan loyal kepada partai untuk menghindari money politics," tegas dia.

Seperti diketahui, nasib Novanto sebagai Ketum Golkar tersandera oleh kasus korupsi e-KTP yang membuatnya menjadi tersangka. Golkar pun memutuskan akan mengganti Novanto bila dia kalah dalam praperadilan melawan KPK.
(knv/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed