Sadar Ketumnya Sudah Sepuh, PKPI Susun Kepengurusan Solid
Kamis, 02 Jun 2005 21:01 WIB
Jakarta - Sadar melihat kondisi fisik dan usia Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Jenderal Purn Edy Sudrajat, Tim Formatur partai ini akan menyusun kepengurusan yang solid. Kepengurusan ini untuk mendukung kepemimpinan ketua umum terpilih mereka yang baru. Misi utama kepengurusan Dewan Kepemimpinan PKPI 2005-2010 ini adalah mempersiapkan para kadernya menghadapi Pemilu 2009. Hal ini dilakukan dengan memperkuat jaringan konsolidasi nasional hingga ke tingkat cabang."Untuk itu, nanti wakil ketua umum akan melaksanakan tugas-tugas strategis di bidang internal dan eksternal. Jadi ada 2 wakil ketua umum. Salah satunya adalah Ibu Mutia Hatta," kata Sekjen Demisioner Dewan Pimpinan Nasional PKPI Samuel Samson kepada wartawan sebelum acara penutupan Munasker I PKPI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (2/6/2005).Sejumlah pos kepengurusan, lanjut Samuel, akan mendapatkan tugas yang lebih banyak. Posisi sekjen, selaku motor penggerak partai akan memegang peran sentral dalam menggalang konsolidasi nasional. Pejabat sekjen ini akan dibantu oleh ketua bidang organisasi, ketua bidang kaderisasi, dan ketua bidang penggalangan pemenangan Pemilu. Tidak kalah penting adalah penekanan terhadap tugas tim keuangan partai. Tim ini akan lebih diintesifkan untuk menggali sumber-sumber pendanaan, baik yang berasal dari dalam atau luar partai.Selain itu, bakal ada dewan penasihat yang anggotanya terdiri dari sejumlah tokoh nasional yang namanya sempat beredar sebagai calon Ketua Umum PKPI.Mereka adalah Basofi Sudirman, Agum Gumelar, Siswono Yudohusodo, Wiranto, HZB Palaguna, Tarto Pradjamanggala, dan Try Sutrisno. "Mungkin susunan finalnya akan selesai dalam satu bulan," tambah Semi, panggilan akrab Samuel.Menyinggung strategi PKPI menghadapi Pemilu 2009, sehubungan dengan gagalnya partai berlambang burung garuda ini memenuhi persyaratan electoral trash hold, Semi mengatakan, pihaknya mempunyai beberapa alternatif.Pertama adalah mengajukan amandemen perubahan terhadap ketentuan electoral trash hold yang termuat dalam Undang-Undang (UU) Pemilu dan UU Parpol. Cara ini dengan meminta penurunan angka electoral trash hold atau menunda pemberlakuan aturan tersebut hingga 10 tahun ke depan. Alternatif berikutnya adalah dengan membentuk koalisi atau aliansi dengan partai pemenang Pemilu 2004.Namun, PKPI menginginkan agar koalisi tersebut besifat longgar dan seusai Pemilu masing-masing parpol dapat kembali ke jati dirinya masing-masing."Kalau itu semua mentok, kita bisa muncul dengan wadah yang baru. Dalam artian berganti nama. Itu semua akan kita putuskan setelah 2006," demikian Semi.Saat ini, kongres baru saja ditutup. Penutupan kongres ditandai oleh pemukulan gong oleh Dewan Penasihat PKPI Try Sutrisno . Sebelumnya, Try membacakan pidato tertulis Ketua Umum Terpilih Edy Sudrajat. Edy berhalangan hadir karena sakit.
(atq/)











































