Sutiyoso Bersedia Bantu Pengobatan Mahasiswa UKI yang Koma
Kamis, 02 Jun 2005 18:14 WIB
Jakarta - Tuntutan mahasiswa dan alumni Universitas Kristen Indonesia (UKI) membuahkan hasil. Meski Walikota Jaktim Koesnan A. Halim belum memberikan tanggapan, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menyatakan siap membantu pengobatan Viktor Djami. Mahasiswa UKI ini mengalami koma akibat bentrokan dengan petugas Tramtib Jaktim saat menertibkan ratusan Pedagang Kali Lima (PKL) di depan Kampus UKI, Cawang, Jaktim."Tidak masalah untuk pengobatan kami siap bantu," tegas Sutiyoso saat dikonfirmasi mengenai tuntutan tersebut di ruang kerjanya, Balai Kota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (2/6/2005).Sutiyoso juga menjelaskan, penertiban PKL di depan Kampus UKI itu sebetulnya bukan inisiatif Pemda DKI, tapi atas permintaan pihak kampus UKI sendiri. "Kita disuruh menertibkan kaki lima. Itu permintaan dari kampus," tegas Sutiyoso.Sayangnya, permintaan pihak kampus tidak sejalan dengan pandangan mahasiswa. Upaya penertiban yang dilakukan pada 17 Mei 2005 tersebut justru membuat mahasiswa berang dan membantu PKL menghadapi sekitar 400 pasukan Tramtib Jaktim.Namun saat ditanya apakah itu berarti tidak ada koordinasi yang baik antara pihak Tramtib dengan kampus UKI sehingga menimbulkan bentrokan, Sutiyoso enggan menanggapi hal itu. "Itu bukan kewenangan saya. Saya tidak bisa campur tangan," katanya.Sekadar diketahui, hingga saat ini Viktor Djami, mahasiswa Fakultas Sastra UKI angkatan Tahun 2002, saat ini masih terbaring koma di RS UKI. Prihatin atas nasib Viktor, mahasiswa dan Ikatan Alumni UKI hari ini menuntut pertanggungjawaban Gubernur DKI Sutiyoso dan Walikota Jaktim Koesnan A. Halim.Dalam jumpa pers yang digelar di RS UKI, Sekretaris Umum Ikatan Alumni UKI Johnson Panjaitan, dan wakil mahasiswa UKI Doni meminta Gubernur DKI dan Walikota Jaktim membiayai perawatan Viktor. Karena jika ia bisa sembuh dipastikan akan mengalami cacat tetap dan tidak bisa mencari nafkah.Keluarga korban hingga kini telah mengeluarkan biaya perawatan rumah sakit sebesar Rp 30 juta. Sedangkan dari RS UKI telah membantu biaya perawatan sebesar Rp 50 juta. Keterangan Foto: Viktor tak sadarkan diri di RS UKI.
(umi/)











































