Berdasarkan laporan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari pukul 06.00 hingga 12.00 Wita, Rabu (22/11/2017), tercatat jumlah kegempaan sebanyak 5 kali, yaitu 2 kali gempa vulkanik dangkal, 1 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, serta 1 kali gempa tektonik jauh. Sedangkan gempa tremor tidak tercatat hingga siang ini.
Untuk pengamatan visual, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG I Gede Suantika menyebut masih ada asap putih setinggi 500-700 meter dari permukaan kawah gunung. Menurut Suantika, asap putih itu mengandung uap air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asap putih itu mengandung uap air. Asap pekat justru berangsur mereda dan begitu juga dengan amplitudo tremornya," kata Suantika saat dimintai konfirmasi.
Suantika menyebut letusan freatik ada kemungkinan akan sering terjadi. Letusan freatik merupakan erupsi karena tekanan uap air tanah atau hujan.
"Kemungkinan letusan freatik akan sering terjadi. Sejalan dengan laporan warga yang terkena abu, pipa magma itu kan panas, suhunya tinggi, ditambah masuknya air hujan, jadilah dia abu yang terbawa keluar," ujar Suantika.
"Berdasarkan pantauan menggunakan drone pada Selasa (21/11) pagi, belerang sudah terdeteksi. Sejauh ini kita masih terus memonitor perkembangan Gunung Agung," imbuh Suantika. (dhn/dhn)











































