"Kami nunggu dari DPRD dulu, sementara kami belum dapat laporan detail. Kan nggak bisa mengomentari keinginan atau haknya gubernur," ujar Tjahjo di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/11/2017).
Tjahjo sendiri enggan menilai apakah penganggaran rehabilitasi kolam tersebut efektif atau tidak untuk pembangunan Jakarta, termasuk kemungkinan mencoret anggaran ini. Tjahjo memilih menunggu RAPBD 2018 selesai dibahas DPRD DKI Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai anggaran untuk rehabilitasi kolam air mancur DPRD mencapai angka Rp 620.715.162. Nilai anggaran yang dapat dilihat di situs e-APBD DKI tersebut kemudian diperinci kembali.
Ada anggaran untuk membeli bibit bunga, yaitu Bougenville vareigata, kamboja merah tinggi, pohon pucuk merah, puring bor, dan rumput gajah mini. Totalnya mencapai Rp 11.388.740.
Ada juga biaya untuk pemeliharaan mesin pompa, pemeliharaan jaringan teknologi informasi, pemeliharaan gedung, pengadaan mesin pompa, pengadaan konstruksi reservoir, hingga pengadaan tanaman.
Pada Desember 2016, Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono, yang saat itu juga menjabat Plt Gubernur DKI, mencoret beberapa anggaran pada RAPBD 2017. Penghapusan dilakukan karena tidak sesuai dengan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).
Kemendagri memotong biaya renovasi kolam ikan yang dianggarkan dalam APBD DKI 2017. Atas koreksi ini, Pemprov DKI menyatakan akan melakukan penyesuaian. (gbr/imk)










































