DetikNews
Rabu 22 November 2017, 11:05 WIB

Sandiaga Tepis Isu Pasukan Oranye Dikelola Outsourcing

Mochamad Zhacky - detikNews
Sandiaga Tepis Isu Pasukan Oranye Dikelola Outsourcing Wagub DKI Sandiaga Uno (Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom)
Jakarta - Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tidak akan dikelola perusahaan outsourcing. Dia mengatakan pertemuannya dengan CEO PT Integrated Service Solutions (ISS) Elisa Lumbantoruan pada Senin (20/11/2017) lalu untuk berbagi pengalaman.

"Tidak sama sekali (PPSU dikelola ISS), hanya belajar tentang best practice di ISS. Bahwa ISS punya morning briefing, punya end of the the day briefing di mana kelengkapan mereka cek," kata Sandiaga di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017).



Apa yang disampaikan Sandiaga ini membantah isu yang beredar mengenai pasukan oranye bakal dikelola dengan sistem outsourcing. Isu itu berembus dari salah satu situs berita.

Saat bertemu Sandiaga, ISS membagi pengalaman tenaga kerja. Sandiaga memastikan PPSU, termasuk pasukan oranye, akan tetap dikelola Pemprov DKI.

"PPSU akan tetap dikelola kita," ucapnya.

Sandiaga menjanjikan PPSU bisa 'naik kelas' jadi PNS. Syaratnya, 3 tahun menjadi PPSU.

"Begitu mereka sudah 3 tahun di PPSU, mereka juga bisa naik kelas. Mungkin jadi PNS yang betul, yang terbaik, yang seperti saya pernah ngomong dulu, top 10 persen dari mereka punya kesempatan naik kelas. Karena kita nggak ingin bapaknya PPSU, anaknya juga PPSU. Kita ingin ada upwork mobility. Itu yang ingin kita lakukan," papar Sandiaga.

Pada Senin (20/11) lalu, CEO PT Integrated Service Solutions (ISS) Elisa Lumbantoruan mengatakan dia dan Sandiaga berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai tenaga kerja sektor formal dan informal. Menurutnya, tantangan terbesar Jakarta saat ini adalah pemberian kepastian dari sisi pekerjaan dan kompensasi benefit agar tenaga kerja informal sama dengan tenaga kerja formal.

"Banyak sekali tenaga kerja di Jakarta ini yang sebenarnya bekerja di sektor informal. Dan sekarang tantangan dari kita adalah sebenarnya untuk memberikan kepastian bagi mereka adalah dari sisi pekerjaan dan juga kompensasi dan benefit agar mereka menjadi sama dengan tenaga formal," ujar Elisa.
(imk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed