Howard Sebut Insiden KBRI Aksi Ugal-ugalan & Keji

Howard Sebut Insiden KBRI Aksi Ugal-ugalan & Keji

- detikNews
Kamis, 02 Jun 2005 16:30 WIB
Jakarta - Pemerintah Australia kembali menyatakan penyesalannya atas insiden bubuk misterius yang dikirimkan ke KBRI di Canberra. Perdana Menteri (PM) John Howard bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai aksi ugal-ugalan dan keji.Demikian disampaikan Howard kepada Parlemen Australia, hari Kamis (2/6/2005) ini. Dikatakan Howard, menurut informasi sementara, zat yang dikirim ke KBRI itu tidak beracun."Informasi awal menyebutkan zat yang dikirim ke Kedutaan Indonesia tidaklah beracun. Mengenai situasi kejadian secara umum telah diketahui dengan baik. Analisa zat tersebut masih dalam wewenang penelitian polisi," ujar Howard seperti dikutip dari siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (2/6/2005).Dikatakan Howard, apakah zat tersebut ternyata tidak berbahaya atau sebaliknya, hal tersebut tetap memiliki dampak intimidasi dan merusak negara Australia di mata Indonesia. Dan ini disesalkan, ujar Howard. "Pelakunya harus diburu dan diajukan ke pengadilan. Ini tidak bisa diterima di negara ini," tegas pemimpin negeri Kangguru itu.Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer telah menelepon Menlu RI Hassan Wirajuda untuk menyampaikan penyesalan dan mengutuk aksi teror tersebut. Dikatakannya, pemerintah dan Parlemen Australia mengutuk insiden ini. Delegasi parlemen Australia akan berkunjung ke Indonesia. Mereka semula akan mengunjungi Aceh, namun kini juga akan berkunjung ke Jakarta untuk bertemu dengan para menteri senior dan parlemen Indonesia guna menyampaikan pesan yang sama.Polisi Federal Australia saat ini sedang membentuk tim penyelidik gabungan untuk memburu para pelaku. Tim tersebut terdiri dari Polisi Federal Australia, Polisi ACT (Canberra) dan 3 anggota Polri serta seorang pejabat Departemen Pertanian Indonesia. Mereka akan datang ke Canberra untuk bergabung dengan tim tersebut. (ita/)


Berita Terkait