Bule Aussie di Bali Sesalkan Teror Anthrax & Blow Up Corby
Kamis, 02 Jun 2005 15:37 WIB
Denpasar - 'Panasnya' pemberitaan Corby dan teror serbuk anthrax di KBRI Australia tidak menyurutkan warga Aussie menikmati hangatnya mentari Bali. Mereka bahkan menyesalkan kedua hal itu terjadi.Mereka menilai media Australia yang kerap mem-blow up pemberitaan Corby memicu reaksi keras warga Australia terhadap Indonesia. Bahkan tidak menutup kemungkinan telah memicu terjadinya teror serbuk anthrax di KBRI Australia."Media di Australia terlalu membesarkan berita Corby sehingga muncul reaksi yang berlebihan. Teror serbuk anthrax itu sama saja dengan teror bom," kata Tom Byke, warga Australia yang saat ditemui detikcom sedang asyik berjemur di Pantai Kuta, Denpasar, Bali, Kamis (2/6/2005).Pemberitaan Corby memang kerap mendapat sorotan. Perempuan muda Aussie bernama lengkap Schapelle Leigh Corby itu kedapatan membawa 4,2 kg mariyuana. Ketika ratu mariyuana itu divonis penjara 20 tahun oleh Pengadilan Negeri Denpasar, warga Australia bereaksi keras. Apalagi ketika melihat wajah Corby yang menangis pilu tampil di berbagai media Australia."Porsi pemberitaan Corby di media Australia terlalu besar. Padahal fakta yang menyatakan Corby tidak bersalah kan belum ada, jadi baru berupa opini," kata Ann, perempuan Aussie yang sedang berbikini ria di Pantai Kuta.Rangy yang sedang menjemur punggungnya di tempat yang sama, menyesalkan adanya seruan aksi boikot berwisata ke Bali oleh warga Australia yang merupakan para pendukung Corby."Itu tidak baik. Buktinya saya ada di Bali. Bali ini indah. Tidak ada gunanya diboikot," ujarnya. Dia pun prihatin dengan adanya teror serbuk anthrax di KBRI Australia. "Itu tindakan yang salah," tukasnya.Yan, yang sedang menanti sunset di Pantai Kuta, berpendapat ada kemungkinan teror serbuk anthrax merupakan bentuk kekecewaan rakyat Australia yang tidak puas dengan vonis terhadap Corby."Mungkin saja teror itu dilakukan para pendukung Corby. Saya juga berpikir vonis penjara 20 tahun itu terlalu lama. Tapi tidak perlulah sampai melakukan teror," ucapnya.Sedangkan Steve yang kulitnya terlihat sudah kemerahan oleh sinar mentari Pantai Kuta menduga ada 'something's wrong' yang bertujuan merusak hubungan baik Indonesia dengan Australia."Teror anthrax itu bisa saja merupakan propaganda untuk mengadu domba Indonesia dengan Australia," tukasnya.
(sss/)











































