DetikNews
Selasa 21 November 2017, 18:26 WIB

Suara Pleno Masih Imbang soal Status Novanto sebagai Ketum Golkar

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Suara Pleno Masih Imbang soal Status Novanto sebagai Ketum Golkar Pleno Golkar bahas Setya Novanto. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua Harian Golkar Nurdin Halid mengatakan rapat pleno untuk membahas posisi Ketum Setya Novanto berlangsung dinamis. Suara yang meminta Novanto berhenti dan tidak berhenti disebut seimbang.

"Banyak masukan. Ada yang minta diberhentikan, ada yang minta tidak diberhentikan. Ada yang keseimbangan. Tunggu saja," kata Nurdin di Jalan Anggrek Neli, Jakbar, Selasa (21/11/2017).


Menurut Nurdin, setidaknya ada tiga agenda yang dibahas dalam rapat pleno kali ini. Perdebatan-perdebatan yang terjadi ini pun, sambung Nurdin, masih seputar tiga agenda tersebut.

"Nanti dibahas. Jadi ada tiga poin dibahas. Yang pertama, posisi Ketum Golkar. Posisi Pak Novanto sebagai Ketua DPR. Posisi Novanto sebagai Ketua DPR. Dan konsolidasi organisasi," tuturnya.

Nurdin juga mengaku akan mendengarkan semua masukan dari peserta rapat. Suasana pleno yang berjalan dinamis ini pun dinilai sebagai bentuk demokrasi di partai berlambang beringin itu.


"Dengan menganut sistem kolektif kolegial, maka suasana sangat demokratis. Proses sangat demokratis. Dan memang saya yang pimpin partai yang sangat taat asas. Jadi sekarang masih dinamika sanga tinggi. Saya memberikan seluas-luasnya kepada seluruh pengurus yang ingin berikan masukan. Jadi mencari jalan keluar. Apa pun keputusannya itu bersama," kata Nurdin.

Saat ini rapat akan kembali dimulai setelah sempat diskors untuk istirahat dan salat. Sejumlah petinggi Golkar, dari Airlangga Hartarto hingga Nurdin Halid, pun telah memasuki ruangan pleno.
(knv/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed