DetikNews
Selasa 21 November 2017, 18:07 WIB

KPK Lelang Barang Rampasan Koruptor, Ada Berlian dari Ahmad Fathanah

Nur Indah Fatmawati - detikNews
KPK Lelang Barang Rampasan Koruptor, Ada Berlian dari Ahmad Fathanah Ahmad Fathanah (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - KPK akan melelang puluhan barang rampasan dari para koruptor yang kasusnya sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Beberapa di antaranya adalah berlian terkait korupsi kuota impor sapi dengan terpidana Ahmad Fathanah.

"Jumat ini (24/11) dan lelang kali ini KPK juga akan melakukan lelang atas perhiasan-perhiasan emas dan berlian yang berdasarkan putusan pengadilan Ahmad Fathanah. Ada juga jam tangan mewah yang akan dilelang dari merek terkenal dengan harga bervariasi. Emas, jam tangan, berlian barang rampasan Ahmad Fathanah," ucap Plt Koordinator Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK Irene Putri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017).

Selain itu akan ada mobil atau kendaraan mewah yang dilelang dari perkara Ahmad Fathanah dan Yan Anton Ferdian. Total ada 54 item benda yang dilelang 3 hari lagi.

Perhiasan itu ada cincin emas dengan 2 emerald berlian dengan harga limit Rp 74.551.000, ada pula cincin emas dengan 114 mata berlian yang ditawarkan dengan harga limit Rp 35.478.000, dan lain sebagainya.

"Peserta lelang sudah banyak yang melihat-lihat barang lelang berupa perhiasan dan lukisan di lantai 3 Gedung Penunjang KPK," terang Irene.

Selain perhiasan dan kendaraan, ada pula paket telepon seluler (ponsel) dan lukisan. Lukisan ini disebut Irene, baru pertama kali dilelang oleh KPK. Lukisan ini salah di antaranya dirampas dari terpidana kasus suap raperda reklamasi M Sanusi.

"Dari M Sanusi akan dilelang lukisan-lukisan yang ada di rumah yang bersangkutan di Jalan H Saidi," kata Irene.

Lelang terbuka ini akan bekerja sama dengan KPKNL Jakarta III pada Jumat, 24 November 2017, mulai pukul 10.00-14.00 di Gedung Penunjang Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada K4, Jakarta Selatan. Terlebih dulu peserta lelang harus mendaftar dan mendapat akun yang terverifikasi oleh KPK. Sistem lelang ini dilakukan secara open bidding.

Hasil lelang seluruhnya akan diserahkan ke kas negara sebagai penerimaan bukan pajak. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kemudian menyatakan pesan terpenting dari lelang ini adalah terkait pengembalian kerugian negara.

"Tidak ada gunanya pejabat mengumpulkan aset dari hasil tindak pidana korupsi. Karena kalau diproses hukum akan ada risiko, baik bagi diri sendiri maupun orang lain, baik aset apakah itu rumah, mobil mewah, dan aset lainnya, akan dikembalikan kepada negara untuk kepentingan publik dan masyarkaat secara luas," ujar Febri dalam kesempatan yang sama.
(nif/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed