DetikNews
Selasa 21 November 2017, 16:26 WIB

Cerita Sukmawati soal Sosok Pahlawan di Balik Patung-patung di DKI

Faiq Hidayat - detikNews
Cerita Sukmawati soal Sosok Pahlawan di Balik Patung-patung di DKI Diskusi sosok pahlawan yang dibutuhkan di Gedung Joang. (Faiq/detikcom)
Jakarta - Sukmawati Soekarnoputri mengatakan, di Indonesia, pahlawan tidak hanya yang dikenal, tapi juga ada yang tidak dikenal yang harus diceritakan kepada generasi muda.

Sukmawati menuturkan patung-patung yang ada di Jakarta merupakan pahlawan yang tidak dikenal. Salah satunya patung Dirgantara atau lebih dikenal dengan patung Pancoran.

"Pahlawan tidak dikenal menghiasi Kota Jakarta dan kota lainnya. Saya terharu mesti cerita ke generasi muda yang nggak ngerti, bukan sekadar orang ini. (Patung) Pancoran siapa dia? Ada yang tanya, saya bilang pahlawan tidak dikenal," kata Sukmawati sambil terisak dalam acara 'Pahlawan yang Dibutuhkan Indonesia Saat Ini' di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Sukmawati meminta generasi saat ini menghargai jasa para pahlawan, termasuk yang tidak dikenal. Sebab, tanpa perjuangan para pahlawan, bangsa Indonesia tidak bisa merdeka.

"Ditulis supaya generasi berikutnya menghargai jasa pahlawan tidak hanya dikenal, tapi juga yang tidak dikenal. Jangan lupakan itu. Kalau nggak ada kemerdekaan ini, kita masih bodoh dan buta huruf, tidak boleh pintar. Jangan sombong, jangan menjadi generasi durhaka, kualat, sombong karena semakin pintar sudah menjadi profesor, bersyukurlah," ucap Sukmawati.

Menurut Sukmawati, patung-patung yang menghiasi Ibu Kota Jakarta dan daerah lain merupakan pahlawan tidak dikenal. Misalnya patung tani yang memperlihatkan peran kaum tani dalam kemerdekaan Indonesia.

"Bagaimana membangun Kota Jakarta ini semua. Kalau lihat patung menghiasi Kota Jakarta jangan berurusan berhala, ini seni modern. Ini patung adalah seni tiga dimensi, patung seni rupa seni, dua dimensi dikasih pelajaran. Siapa itu patung-patung? Semua itu pahlawan, silakan lihat patung tani, banyak kaum marhaen kaum petani memperjuangkan kemerdekaan. Memang intelektual banyak yang tidak intelektual," jelas Sukmawati.

Sukmawati juga menceritakan proklamator Soekarno dan Mohammad Hatta yang dipenjara meski merupakan pemimpin Indonesia. Soekarno-Hatta disebutnya adalah pemimpin yang paling menderita.

"Bung Karno dan Bung Hatta pemimpin paling menderita dibuang ke sana dan kemari. Dipenjara dan dikucilkan. Para pemimpin menghormati, tidak marah-marah," jelas dia.
(fai/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed