DetikNews
Selasa 21 November 2017, 14:26 WIB

RM Rindu Alam Puncak Sebentar Lagi Tinggal Kenangan

Farhan - detikNews
RM Rindu Alam Puncak Sebentar Lagi Tinggal Kenangan
Bogor - Siapa yang tak tahu RM Rindu Alam di jalur Puncak, Bogor? Namanya melegenda, seiring umurnya yang hampir menginjak 40 tahun. Kini, usia Rindu Alam tinggal menghitung hari.

Sebab Pemprov Jawa Barat berencana akan menggusur bangunan rumah makan Rindu Alam yang berada di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, Bogor. Rumah makan yang dibangun 1979 oleh mantan Pangdam Siliwangi akan disetop izinnya oleh Pemprov Jawa Barat.

"Ya, berdasarkan putusan PN Bandung pada tanggal 30 November nanti sudah harus dikosongkan. Jadi per tanggal 30 November 2017 nanti aset dikembalikan ke Pemprov Jawa Barat," kata Kabid Pembinaan dan Pemeriksaan pada Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhaullah, Selasa (21/11/2017).

Agus menyebut, kawasan yang kini menjadi lokasi rumah makan Rindu Alam merupakan lahan milik Pemprov Jabar yang akan dikembalikan fungsinya menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

"Lahan itu akan dikembalikan fungsinya menjadi RTH, artinya di situ tidak boleh ada bangunan," katanya.

Saat ini, lanjut Agus, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Pemprov Jabar terkait tindakan yang akan dilakukan.

"Saat ini kita masih berkoordinasi dengan Pemrov Jabar, kita masih bahas bagaimana langkah yang akan dilakukan, pelaksanaannya seperti apa, yang pasti kan pertanggal 30 November itu sudah harus dikosongkan," katanya.

Juanda, kepala pelayan di Rumah Makan Rindu Alam menyebut, bangunan yang akan digusur Pemprov Jabar itu mulai dibangun oleh Jendral Purn Ibrahim Adji pada tahun 1979 dan mulai beroperasi setahun kemudian. Saat itu, kata Juanda, Ibrahim Adji telah memasuki masa pensiun setelah sempat menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Inggris. Ibrahim Adji yang juga sempat menjabat sebagai Pangdam Siliwangi itu mendapat izin dari pemerintah karena memiliki kedekatan dengan pemerintah yang dipimpin oleh sahabatnya, Soeharto.

"Dulu Pak Ibrahim Adji sempat jadi Pangdam Siliwangi, itu pas Pak Soeharto jadi Pangkostrad. Terus jadi Dubes Inggris. Pensiun, terus bangun ini. Awalnya ini dibangun dalam bentuk tempat istirahat saja. Tapi kemudian berkembang, jadi rumah makan," kata Juanda yang sudah bekerja selama 27 tahun di RM Rindu Alam saat berbincang dengan detikcom.

"Awalnya izinnya itu ke Dinas PU atau apa sekarang namanya, terus tahun 2000 lahannya diambil alih jadi punya Pemprov Jabar. Sejak itu kita kontraknya ke Pemprov Jabar," sambungnya.

Juanda sendiri menyayangkan rencana Pemprov Jabar yang akan menggusur RM Rindu Alam dengan alasan akan dijadikan RTH.

"Rindu Alam ini sudah jadi ikon Jawa Barat, ikon Puncak. Sayang kalau digusur, kalau diminta untuk diperbaiki dari sisi bangunan atau lainnya saya rasa pihak manajemen pasti bersedia. Lagian rumah makan ini selalu patuh, pajak yang disetor juga gede," kata Juanda.

Selain itu, Juanda juga memikirkan nasib 80 pegawai yang kini bekerja di RM Rindu Alam.

"Di sini ada 80 pegawai. Kalau ini ditutup bagaimana nasib saya, nasib mereka," katanya.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed