DetikNews
Selasa 21 November 2017, 13:06 WIB

Fokus Nyagub, Nurdin Halid Tak Mau Gantikan Novanto di Golkar

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Fokus Nyagub, Nurdin Halid Tak Mau Gantikan Novanto di Golkar Nurdin Halid. (Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom).
Jakarta - Isu pergantian Setya Novanto sebagai ketua umum Golkar akan dibahas siang ini. Ketua Harian Golkar, Nurdin Halid mengaku tak berambisi menjadi pengganti Novanto, baik sebagai pelaksana tugas (Plt) atau ketum.

"Posisi saya paling bagus, paling enak karena saya tidak punya ambisi dan tidak punya kemauan menjadi ketum maupun apa namanya plt ketum," ujar Nurdin di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (21/11/2017).

Dalam rapat pleno siang ini, Golkar akan memutuskan memilih plt ketum atau menggelar musyawarah luar biasa (munaslub) untuk memilih ketua umum menggantikan Novanto yang kini ditahan setelah menjadi tersanga dugaan korupsi e-KTP.


"Plt ketum dalam pengertian sampai 2019 ya. Bukan plt konsolidasi. Kalau plt konsolidasi itu otomatis ketua harian bersama sekjen. Yang saya maksud plt sampai 2019," tuturnya.

Bila pleno memutuskan untuk memilih mencari plt ketum, menurut Nurdin itu akan berlaku hingga pemilihan ketum baru pada 2019 nanti. Bakal cagub Sulsel itu memastikan tidak berniat untuk menjadi plt ketum atau ketum pengganti Novanto apabila pleno memutuskan akan menggelar munaslub.

"Kalau Plt definitif saya tidak berkeinginan karena saya sudah memutuskan kembali membangun kampung di Sulsel. Itu prioritas saya. Karena itu posisi saya mengantar Golkar bukan dalam kegelapan tapi dalam rasa terang benderang," tegas Nurdin.


Soal apakah Sekjen Golkar Idrus Marham akan dipilih sebagai plt ketum, dia menyatakan itu tergantung forum pleno nanti. Sebelumnya Idrus disebut ditunjuk Novanto sebagai Plt Ketum Golkar.

"Tadi pagi Pak Idrus Marham datang ke rumah saya memberitahukan bahwa saya telah ditunjuk oleh Pak Novanto. Dengan Pak Yahya Zaini, kami setuju dengan Pak Novanto, khususnya dengan usulan Plt Pak Idrus Marham karena pengalaman," jelas Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono, Senin (20/11).

Idrus sendiri tidak menjawab saat ditanya apakah benar dia ditunjuk Novanto sebagai plt. Namun dia menyebut ketua DPR tersebut punya kewenangan untuk melakukan penunjukan.


"Sesuai AD/ART ketum bisa memberi kewenangan menunjuk siapa saja bagian-bagian itu, ada ketua harian ada sekjen, ada bendahara umum yang diberikan wewenang," tutur Idrus, Selasa (21/11).

Selain soal posisi ketum, Golkar juga akan membahas mengenai nasib Novanto sebagai ketua DPR. Sebab sudah banyak desakan yang meminta agar Novanto mundur dari ketua DPR untuk menjaga marwah dewan.
(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed