SBY-Kalla Teruskan Adipura

SBY-Kalla Teruskan Adipura

- detikNews
Kamis, 02 Jun 2005 14:38 WIB
Jakarta - Penghargaan Adipura terkenal di masa Orde Baru. Semua bupati berlomba mendapatkannya, meski cara-cara tidak elegan sering dilakukan. Kini, pemerintah SBY-Kalla meneruskan pemberian penghargaan itu. Tapi, tentu dengan perbaikan-perbaikan. Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengakui penghargaan Adipura beberapa tahun terakhir tidak diberikan. Program itu tersisih karena dianggap sebagai bagian dari stigma masa pra- reformasi (baca: Orde Baru). Padahal, kata dia, sejak program Adipura diadakan, pembangunan kota-kota kala itu selalu menyediakan daerah-daerah hijau, sehingga warganya dapat menikmati keteduhan. "Karenanya mulai tahun ini kita mulai lagi sambil terus melakukan perbaikan-perbaikan," kata Wapres saat menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Pekan Lingkungan Hidup di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (2/6/2005). Pemberian penghargaan Adipura kepada para gubernur, walikota, dan bupati merupakan upaya pemerintah mendorong pembangunan wilayah yang memperhatikan keindahan dan kelestarian lingkungan. Penghargaan tersebut merupakan sistem pemberian reward and punishment kepada para kepala daerah. "Adipura ini penghargaan bagi kota-kota yang bersih dan ejeken bagi kota-kota yang jorok," kata Wapres. Para pejabat yang tidak memperhatikan pembangunan yang berwawasan lingkungan pantas mendapatkan sanksi moral berupa ejekan, yakni daerah yang dipimpinnya dinyatakan sebagai daerah yang jorok. Sebaliknya, kepala daerah yang membuat kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan pantas mendapatkan pujian karena telah ikut meletakkan dasar bagi pemecahan masalah di masa depan. Acara pembukaan Pekan Lingkungan Hidup ini dihadiri juga oleh sejumlah duta besar negara-negara sahabat seperti Kanada, Mesir, Arab Saudi, dan Palestina. Acara yang digelar berupa pameran lingkungan hidup.Acara akan berlangsung mulai hari ini sampai Minggu (5/6/2005). Pameran diikuti 13 provinsi, 6 kota, 28 kabupaten, 16 LSM, dan 100-an perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pertambangan. Dalam pameran ini juga digelar masing-masing produk unggulan daerah yang menggunakan bahan baku sumber daya alam setempat, seperti pangan dan pakaian. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads