Dua Pelaku Penculikan Anak Kerabat Jampidum Ditangkap

Dua Pelaku Penculikan Anak Kerabat Jampidum Ditangkap

- detikNews
Kamis, 02 Jun 2005 14:08 WIB
Surabaya - Dua penculik Firman Anugerah ditangkap secara terpisah di Boyolali dan Ngawi, Jawa Timur pada Rabu 1 Juni 2005.Firman, bocah laki-laki berusia 10 tahun itu, merupakan kerabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung HM Prasetyo.Pelaku yang pertama ditangkap adalah Nurhadi. Ia ditangkap jajaran kepolisian dari Polda Jawa Timur dan Polresta Surabaya Timur saat sedang memeriksa rekening di BRI setempat. Diduga ia hendak mencairkan uang tebusan sebesar Rp 300 juta dari keluarga korban.Sedangkan otak penculikan, Kholis, dibekuk di Kecamatan Jogorogo, Ngawi. "Tadi malam Kholis sudah kita tangkap di Jogorogo. Saat ditangkap, Kholis sedang turun dari ojek. Polisi yang sudah menunggu dengan mudah menangkapnya," tutur Kapolresta Surabaya Timur AKBP Sonny Trirestiyoko.Sonny, yang dihubungi detikcom melalui telepon, Kamis (2/6/2005), menjelaskan Kholis telah diperiksa di Polresta Surabaya Timur. Sedangkan Nurhadi masih dalam perjalanan dari Boyolali. Dalam pemeriksaan, Kholis mengaku menculik karena ingin mencari uang untuk modal membangun bengkel kendaraan. "Jadi motifnya itu," kata Sonny sekaligus membantah adanya motif politik di belakang kasus ini. Dugaan adanya motif politik ini karena salah seorang korban, yakni Firman, merupakan anak dari kerabat Jampidum Kejagung Prasetyo."Kholis mengaku tidak kenal dengan Jampidum itu. Jadi tidak ada arah ke sana. Dia hanya menginginkan uangnya," ujar Sonny.Diajak MemancingFirman diculik bersama seorang temannya, Adi Prasetyo. Kedua siswa SD Pucang Jajar yang sama-sama berumur 10 tahun ini diculik pada Minggu siang, 29 Mei 2005. Pelakunya adalah Kholis, pria yang sudah setahun ini menumpang di keluarga Adi. Firman adalah anak pasangan Hinda Permata-Wirawan Oetoro, dan berasal dari keluarga pejabat. Sang kakek adalah mantan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Sudirman Ail. Kakeknya yang lain adalah mantan Menteri Perindustrian era Orde Baru, Hartarto. Keluarga Firman juga kerabat Jampidum Kejagung Prasetyo. Sedangkan Adi adalah anak dari R Wedyo Nugroho yang berprofesi sebagai notaris.Keduanya diculik di kawasan tempat mereka tinggal, Perumahan Baskara Jaya Selatan. Di tempat ini Kholis bekerja sebagai kuli bangunan. Kholis berhasil membujuk kedua anak tersebut pergi untuk memancing.Dua siswa SD Pucang Jajar itu berhasil ditemukan polisi setelah tiga hari hidup bersama penculik. Adi dan Firman ditemukan Desa Pitang, Kecamatan Jogorogo, Ngawi, di rumah Kusnanto yang tak lain teman Kholis pada Rabu sore, 1 Juni 2005. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini