Teror di KBRI Australia Biadab

Ketua DPR:

Teror di KBRI Australia Biadab

- detikNews
Kamis, 02 Jun 2005 13:10 WIB
Jakarta - Pemerintah diminta membuat bio defence (pertahanan biologi) mengantisipasi pengiriman paket yang diduga berisi sejenis bakteri penyebab penyakit anthrax. Teror yang menimpa KBRI di Canberra juga dianggap sebagai tindakan biadab.Kritik tajam ini disampaikan Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/6/2005)."Suatu tindakan yang biadab. Teror yang menggunakan senjata biologi itu suatu tindakan di luar batas kemanusiaan karena bisa menyangkut ke mana-mana. Korbannya bisa luas," kata Agung.DPR meminta pemerintah Australia objektif dalam mengusut kasus ini. "Apakah teror ini dilakukan pendukung Corby atau sindikat narkotika internasional yang bertujuan menakut-nakuti atau ada motif lain, itu harus diusut," ujar politisi Golkar ini."Australia juga harus segera menyelesaikan. Kalau tidak, akan mengganggu hubungan kedua negara. Mereka jangan anggap Indonesia bangsa yang suka meneror. Tetapi di sana pun ada teror yang lebih dahsyat," kecamnya. Agung mengimbau KBRI di Canberra terus waspada. Demikian juga semua kantor perwakilan RI di dunia. "Aparat penegak hukum Indonesia juga diimbau tidak takut dengan segala intervensi. Langkah hukum terhadap Corby juga harus dilakukan," kata dia.Lebih lanjut, Agung meminta agar pemerintah melalui Departemen Pertahanan dan Departemen Kesehatan membuat semacam bio defence (pertahanan biologi) terhadap kemungkinan adanya kuman anthrax atau virus lain. "Saat ini harus dibuat solusi dan vaksinnya," imbuhnya. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads